<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wafimarzuqi&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://wafimarzuqi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wafimarzuqi.wordpress.com</link>
	<description>semoga bisa bermanfaat untuk siapa pun pembaca</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 06:00:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wafimarzuqi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wafimarzuqi&#039;s Blog</title>
		<link>http://wafimarzuqi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wafimarzuqi.wordpress.com/osd.xml" title="Wafimarzuqi&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wafimarzuqi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Upah dari hasil bekam, bagaimana hukumnya?</title>
		<link>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/22/upah-dari-hasil-bekam-bagaimana-hukumnya/</link>
		<comments>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/22/upah-dari-hasil-bekam-bagaimana-hukumnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 23:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wafimarzuqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[bekam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum bekam]]></category>
		<category><![CDATA[hijamah]]></category>
		<category><![CDATA[upah bekam]]></category>
		<category><![CDATA[abu hanifah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wafimarzuqi.wordpress.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[PERTANYAAN: Apakah pekerjaan sebagai tukang bekam itu halal? Bolehkah kita memberi makan keluarga dengan hasil usaha bekam tersebut? Bolehkah kita menjadikan bekam sebagai pekerjaan inti? Dan bolehkah kita mematok harga khusus dalam bekam tersebut? Untuk jawabannya kami ucapkan jazakumullah khairan. &#8230; <a href="http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/22/upah-dari-hasil-bekam-bagaimana-hukumnya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=430&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERTANYAAN:</p>
<p>Apakah pekerjaan sebagai tukang bekam itu halal? Bolehkah kita memberi makan keluarga dengan hasil usaha bekam tersebut? Bolehkah kita menjadikan bekam sebagai pekerjaan inti? Dan bolehkah kita mematok harga khusus dalam bekam tersebut? Untuk jawabannya kami ucapkan jazakumullah khairan.</p>
<p>Jawaban:<br />
Para ulama&#8217; dalam masalah upah bekam, mempunyai dua pendapat.<br />
Pendapat pertama: Upah bekam itu hukumnya mubah. Ini madzhab Laits bin Sa&#8217;ad, Malik, dan Abu Hanifah.<br />
Pendapat kedua: Upah bekam hukumnya makruh baik bagi budak maupun orang merdeka. Ini madzhab Al-Hanabilah dan Asy-Syafi&#8217;iyah.<br />
Sebab perbedaan pendapat ini, karena ada dua riwayat Hadis yang memang sepertinya bertentangan. Sebagian riwayat membolehkan sementara riwayat yang lain melarangnya.</p>
<p>Dalam sebuah Hadis dikatakan:</p>
<p style="text-align:right;">
[ كسب الحجام خبيث ] رواه مسلم</p>
<p>&#8220;Upah bekam adalah buruk.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Sementara Hadis lain mengatakan:</p>
<p style="text-align:right;">
[ احتجم النبي صلى الله عليه و سلم وأعطى الحجام أجره ولو علمه حراما لم يعطه ] متفق عليه</p>
<p>&#8220;Nabi SAW berbekam kemudian memberikan upahnya kepada tukang bekam. Andaikan tahu kalau upah bekam itu haram, pasti beliau tidak memberikannya.&#8221; (muttafaq alaih)</p>
<p>Dalam Al-Mughni Ibnu Qudamah berkata:</p>
<p style="text-align:right;">
ولأنها منفعة مباحة لا يختص فاعلها أن يكون من أهل القربة ‏فجاز الاستئجار عليها كالبناء والخياطة ، ولأن بالناس حاجة إليها ولا نجد كل أحد متبرعاً ‏بها ، فجاز الاستئجار عليها كالرضاع</p>
<p>&#8220;Karena bekam adalah manfaat mubah yang pelaku tidak dikhususkan sebagai orang yang ahlul qurbah (amalnya untuk mendekatkan diri kepada Allah) maka kita boleh menyewa tukang bekam. Sama seperti tukang bangunan dan tukang jahit. Di sisi lain manusia juga membutuhkannya. Dan kita tidak menemukan setiap orang mau berdonasi dengan bekam itu, jadi kita boleh menyewa tukang bekam sama seperti menyewa wanita untuk menyusui bayi.&#8221; (Al-Mughni, Ibnu Qudamah, 6/133)</p>
<p>Sedangkan sabda Nabi SAW: &#8220;Wa ath&#8217;imhu Raqiqaka.&#8221; (dan berikan ia sebagai makanan budakmu), ini menunjukkan bahwa upah bekam adalah mubah. Karena kita tidak boleh memberi makan budak dengan uang haram. Sedangkan penamaan bahwa upah bekam adalah khabits (buruk), ini tidak harus haram. Sebab Nabi saw juga menyebut bawang putih dan bawang merah sebagai barang yang khabits (buruk) tapi beliau tidak mengharamkannya.</p>
<p>Jadi beliau hanya memakruhkannya bagi orang merdeka karena rendahnya pekerjaan ini. Imam Ahmad tidak mempunyai pernyataan tegas tentang haramnya upah bekam atau menyewa tukang bekam. Beliau hanya mengatakan: &#8220;Kami memberikan upah itu sebagaimana Nabi saw memberikannya. Kami juga mengatakannya sebagaimana dikatakan Nabi saw saat ditanya tentang upah bekam. Beliau mengatakan: &#8216;Berikan ia kepada onta dan budakmu&#8217;.&#8221;</p>
<p>Di samping itu, ketika Nabi saw memberikan upah kepada tukang bekam, ini menunjukkan upah itu sesuatu yang mubah. Karena beliau tidak mungkin memberikannya ketika upah diharamkan. Apalagi Nabi saw mengajari manusia dan melarang mereka dari barang haram, mana mungkin beliau memberikannya kepada mereka. sedangkan perintah beliau agar upah itu diberikan kepada budak, juga dalil atas kebolehannya. Sehingga sangat sesuai kalau dianalogikan larangan beliau atas kemakruhan bukan keharaman.</p>
<p>Seperti itu pula setiap imam yang mengatakannya makruh (dibenci). Kemakruhan disini dianalogikan pada kemakruhan tanzih yang tidak sampai haram.</p>
<p>Jumhur ulama&#8217; baik Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Asy-Syafi&#8217;iyah, dan Al-Hanabilah, pada satu riwayat mereka, membolehkan seseorang bekerja sebagai tukang bekam dan mengambil upah darinya. Mereka berdalil dengan Hadis Ibn Abbas: &#8220;Nabi Saw berbekam dan memberikan upah kepada tukang bekam.&#8221; (muttafaq alaih)</p>
<p>Jadi kesimpulan terakhir: Kita boleh bekerja sebagai tukang bekam dan mengambil upah darinya, tapi lebih baik kalau ada pekerjaan lain.</p>
<p>Untuk pertimbangan nasikh dan mansukh, dalam kedua hadis ini kita harus mengetahui tanggalnya. Selama tanggal tidak diketahui maka tidak ada nasikh maupun mansukh. Cara terbaik adalah menggabungkan di antara kedua Hadis tersebut. Allahu a&#8217;lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wafimarzuqi.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wafimarzuqi.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wafimarzuqi.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wafimarzuqi.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wafimarzuqi.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wafimarzuqi.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wafimarzuqi.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wafimarzuqi.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wafimarzuqi.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wafimarzuqi.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wafimarzuqi.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wafimarzuqi.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wafimarzuqi.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wafimarzuqi.wordpress.com/430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=430&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/22/upah-dari-hasil-bekam-bagaimana-hukumnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/046b545fec18d3648ea54e068f875a31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wafimarzuqi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profesor Masuk Islam Karena Keajaiban al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/19/profesor-masuk-islam-karena-keajaiban-al-quran/</link>
		<comments>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/19/profesor-masuk-islam-karena-keajaiban-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 05:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wafimarzuqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan masuk Islam]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[masuk Islam]]></category>
		<category><![CDATA[qunut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wafimarzuqi.wordpress.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Terbukanya tabir hati ahli farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip &#8230; <a href="http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/19/profesor-masuk-islam-karena-keajaiban-al-quran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=422&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terbukanya tabir hati ahli farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.</p>
<p><strong>Bunyi dari surat An-Nisa’ tersebut antara lain sebagai berkut;</strong></p>
<p style="text-align:right;">إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا</p>
<p style="text-align:right;">النساء : 56</p>
<p><strong>&#8220;<em>Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus,</em><em> </em><em>Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagiMaha Bijaksana.</em>&#8220;</strong></p>
<p>Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung-ujung pembuluh darah dan syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (luka bakar yang telah menembus sub cutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung-ujung serabut syaraf <em>afferent</em>dan <em>efferent </em>yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab Allah tersebut.</p>
<p>Mahabesar Allah yang telah menyisipkan firman-firman-Nya dan informasi sebagian kebesaran-Nya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya…Allah tidak ada sedikit pun yang engkau ciptakan itu sia-sia</p>
<p><a href="http://wafimarzuqi.files.wordpress.com/2012/01/struktur-kulit.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-423" title="struktur-kulit" src="http://wafimarzuqi.files.wordpress.com/2012/01/struktur-kulit.jpg?w=640" alt=""   /></a></p>
<p><em><strong>Dr. Tagata Tejasen: Laa Ilaaha IllAllah Muhammad Rasool Allah ! </strong></em></p>
<p>This man is uttering the Islamic creed (Shahaadah) thus declaring that he is becoming a Muslim. This occurred during the Eighth Saudi Medical Conference which was convened in Riyadh. He is Professor Tejatat Tejasen, Chairman of the Department of Anatomy at Chiang Mai University in Thailand. He was previously the Dean of the Faculty of Medicine at the same university.</p>
<p><em>Dr. Tagata Tejasen: Laa Ilaaha Illa-Allaah Muhammad-arRasuul-Allaah.</em></p>
<p><em>Dia menyatakan kesaksiannya (syahadah) dan menyatakan bahwa dia menjadi seorang Muslim. Hal ini terjadi pada waktu Konferensi Kedokteran Saudi Ke-8 yang diselenggarakan di Riyadh. Dia adalah Profesor Tejatat Tejasen, Ketua Departemen Anatomi di Universitas Chiang Mai, Thailand. Sebelumnya, dia adalah Dekan Fakultas Obat pada universitas yang sama.</em></p>
<p>We presented to Professor Tejasen some Qur’anic verses and Prophetic Ahadeeth which deal with his specialization in the field of anatomy. He commented that they also had in their Buddhist books very accurate descriptions of embryonic developmental stages. We told him that we were very anxious and interested to see those descriptions and learn about these books. A year later, Professor Tejasen came to King Abdul Aziz University as an outside examiner. We reminded him of the statement he made one year before, but he apologized and said that he in fact had made that statement without ascertaining the matter. However, when he checked the Buddhist books he found that they contained nothing of relevance to the subject.</p>
<p><em>Kami tunjukkan kepada Profesor Tejasen beberapa ayat Al-Quran dan Hadits yang berhubungan dengan kekhususannya dalam bidang anatomi. Dia berkomentar bahwa mereka juga mempunyai (yang serupa) dalam kitab Budha mereka penjelasan yang sangat akurat tentang tahap-tahap perkembangan embrio. Kami memberitahu dia bahwa kami sangat tertarik sekali dan ingin melihat deskripsi-deskripsi (dalam kitab Budha, pent.) tersebut dan mempelajari kitab-kitab itu. Setahun kemudian, Profesor Tejasen datang ke Universitas King Abdul Aziz sebagai pemeriksa luar. Kami mengingatkan dia tentang pernyataan yang dibuatnya setahun yang lalu, akan tetapi dia minta maaf dan mengatakan bahwa sebenarnya dia mengatakan pernyataan tersebut tanpa mempelajari terlebih dahulu permasalahan yang sebenarnya. Akan tetapi, ketika dia memeriksa Kitab-Kitab Budha, tidak juga ditemukan referensi yang berhubungan dengan masalah yang dijadikan bahan penelitian.</em></p>
<p>Upon this, we presented to him a lecture written by Professor Keith Moore about the compatibility of modern embryology with what is contained in the Qur’an and the Sunnah and we asked Professor Tejasen if he knew of Professor Keith Moore. He replied that he knew him of course, adding that Professor Moore was one of the most world-renowned scientists in that field.</p>
<p><em>Kemudian, kami menunjukkan kepadanya sebuah ceramah yang ditulis oleh Profesor Keith Moore tentang kecocokan antara embriologi modern dengan apa yang ada di dalam Al-Quran dan Sunnah dan kami menanyakan Profesor Tejasen apakah dia mengenal Profesor Keith Moore. Dia menjawab bahwa tentu saja dia mengenalnya, dengan menambahkan bahwa Profesor Moore adalah salah seorang saintis yang terkemuka di bidangnya.</em></p>
<p>When Professor Tejasen studied this article he also was greatly astonished. We asked him several questions in his field of specialization. One of the questions pertained to modern discoveries in dermatology about the sensory characteristics of the skin.Dr. Tejasen responded: Yes if the burn is deep.</p>
<p><em>Ketika Profesor Tejasen menmpelajari artikel ini, dia juga sangat tercengang. Kami menanyakan kepadanya beberapa pertanyaan di bidang spesialisasinya. Salah satu pertanyaan yang berkenaan dengan penemuan modern dalam ilmu tentang kulit (dermatology) tentang karakteristik (sifat-sifat) kulit dalam menerima sensor. Dr. Tejasen merespon: Ya, jika terbakarnya dalam.</em></p>
<p>It was stated to Dr. Tejasen: You will be interested to know that in this book, the Holy Book &#8211; the Qur’an, there was a reference 1400 years ago which pertains to the moment of punishment of the unbelievers by the fire of Hell and it states that when their skin is destroyed, Allah makes another skin for them so that they perceive the punishment by a fire, indicating knowledge about the nerve endings in the skin, and the verse is as follows:</p>
<p><em>Telah dinyatakan kepada Dr. Tejasen, Anda akan tertarik untuk mengetahui apa yang ada dalam buku ini, Buku yang Suci &#8211; Al-Quran, telah ada referensinya 1400 tahun yang lalu berkenaan dengan saat penghukuman kepada orang-orang yang tidak percaya dengan api neraka dan dinyatakan bahwa ketika kulit mereka dihancurkan, Allah membuat kulit yang lain lagi untuk mereka agar mereka merasakan hukuman dari api neraka itu lagi, mengindikasikan pengetahuan tentang &#8216;??akhir urat syaraf??&#8217; (nerve ending) di dalam kulit, dan ayat tersebut adalah sebagai berikut:</em></p>
<p>Those who reject our signs, We shall soon cast into the fire. As often as their skins are roasted through, We shall change them for fresh skins, that they may taste the chastisement. Truly Allah is Exalted in Power, Wise. (Qur’an 4:56).</p>
<p><em>Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. </em>(QS 4:56).</p>
<p>We asked: So do you agree that this is a reference to the importance of the nerve endings in the skin in sensation, 1400 years ago? Dr. Tejasen responded: Yes I agree.</p>
<p><em>Kami bertanya: Apakah Anda setuju bahwa ini adalah salah satu referensi akan pentingnya ??&#8217;akhir urat saraf&#8217; (nerve endings)?? pada sensasi kulit, 1440 tahun yang lalu? Dr. Tejasen merespon: Ya, saya setuju.</em></p>
<p>This knowledge about sensation had been known long before, because it says that if somebody does something wrong, then he will be punished by burning his skin and then Allah puts a new skin on him, covers him, to make him know that the test is painful again. That means they knew many years ago that the receptor of pain sensation must be on the skin, so they put a new skin on.</p>
<p><em>Pengetahuan tentang sensasi kulit ini telah diketahui jauh hari sebelumnya (dalam Al-Quran, pent.), karena dikatakan bahwa jika seseorang melakukan suatu kesalahan, maka dia akan dihukum dengan cara membakar kulitnya dan kemudian Allah akan menggantikan kulit yang baru lagi, dan menutupinya, untuk membuat dia mengetahui lagi bahwa siksaan itu sangat pedih. Hal ini berarti bahwa mereka telah mengetahui beberapa tahun yang lalu bahwa penerima sensasi sakit pasti ada di kulit, maka mereka meletakkan sebuah kulit bari lagi di atasnya.</em></p>
<p>The skin (see Fig. 1) is the center of sensitivity to burns. Thus, if the skin is completely burnt by fire, it looses its sensitivity. It is for this reason that Allah will punish the unbelievers on the Day of Judgement by returning to them their skins time after time, as He, the Exalted and Glorified, said in the Qur’an:</p>
<p><em>Kulit (Lihat Gambar 1) adalah pusat kepekaan rasa panas. Maka, jika kulit telah terbakar api seluruhnya, maka akan lenyaplah kepekaannya. Karena itulah maka Allah akan menghukum orang-orang yang tidak percaya akan Hari Pembalasan dengan mengembalikan kulit mereka waktu demi waktu, sebagaimana Dia, Yang Maha Mulia lagi Maha Agung, berfirman dalam Al-Quran:</em></p>
<p>Those who reject our signs, We shall soon cast into the fire. As often as their skins are roasted through, We shall change them for fresh skins, that they may taste the chastisement. Truly Allah is Exalted in Power, Wise. (Qur’an 4:56).</p>
<p><em>Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. </em>(Quran 4:56)</p>
<p>We asked him the following question: ‘Is it possible that these verses came to the Prophet Muhammad, (sallallahu ‘alaihi wa sallam), from a human source?’ Professor Tejasen conceded that they could have never come from any human source. But he still asked about the source of that knowledge and from where could Muhammad have possibly received it?</p>
<p><em>Kami menanyakan dia pertanyaan berikut: &#8216;Mungkinkah ayat ini datang kepada Nabi Muhammad SAW dari sumber manusia?&#8217; Profesor Tejasen memberikan pengakuan bahwa hal ini tidak mungkin datang dari sumber manusia. Akan tetapi dia masih menanyakan tentang sumber pengetahuan tersebut dan kemungkinan tentang dari mana Muhammad SAW menerimanya.</em></p>
<p>We said, ‘From Allah, the Most Glorified and Most Exalted.’ Then he asked: ‘But who is Allah ?’</p>
<p><em>Kami mengatakan, &#8216;Dari Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.&#8217; Kemudian dia menanyakan: &#8216;Akan tetapi siapakah Allah ?&#8217;</em></p>
<p>We replied: He is the Creator of all that is in existence.’ If you find wisdom then it is because it comes only from the one Who is Most Wise. If you find knowledge in the making of this universe, it is because the universe is the creation of the One Who has all the knowledge. If you find perfection in the composition of these creations, then it is proof to you that it is the creation of the One Who Knows Best, and if you find mercy, then this bears witness to the fact that it is the creation of the One Who is Most Merciful. In the same way, if you perceive creation as belonging to one unified order and tied together firmly, then this is proof that it is the creation of the Only Creator, May He be Glorified and Exalted.</p>
<p><em>Kami menjawab: &#8216;Dialah Sang Pencipta semua yang ada.&#8217; Jika Anda menemukan kebijaksanaan, maka hal itu karena dia datang dari Yang Maha Bijaksana. Jika Anda menemukan pengetahuan dalam pembuatan alam semesta ini, hal itu karena alam semesta ini adalah ciptaan dari Dia yang memiliki segala pengetahuan. Jika Anda menemukan kesempurnaan dalam susunan dari ciptaan-ciptaan ini, maka itulah bukti bahwa itu adalah ciptaan dari Dia yang mengetahui segala kebaikan, dan Jika Anda menemukan kemurahan hati, maka hal ini memperlihatkan bukti pada fakta bahwa ini adalah ciptaan dari Dia Yang Maha Pemurah. Sama halnya jika Anda memahami ciptaan sebagai sesuatu yang tersusun secara utuh dan terkait satu sama lain dengan kuat, maka itulah bukti bahwa itu adalah ciptaan dari Sang Pencipta, Yang Maha Agung dan Maha Mulia.</em></p>
<p>Professor Tejasen agreed with what we said to him. He returned to his country where he delivered several lectures about his new knowledge and discoveries. We were informed that five of his students converted to Islam as a result of these lectures. Then at the Eighth Saudi Medical Conference held in Riyadh, Professor Tejasen attended a series of lectures on Medical signs in the Qur’an and Sunnah.</p>
<p><em>Profesor Tejasen menyetujui apa yang kami katakan padanya. Dia kembali ke negaranya di mana dia membawakan beberapa kuliah tentang pengetahuan dan penemuan barunya. Kami diberitahu bahwa lima dari murid dia berpindah ke Islam sebagai hasil dari kuliahnya. Kemudian, pada Konferensi Kedokteran Saudi ke-8 yang diselenggarakan di Riyadh, Profesor Tejasen mengikuti serangkaian ceramah pada tanda-tanda yang ada dalam Al-Quran dan Sunnah yang berhubungan dengan pengetahuan Medikal.</em></p>
<p>Professor Tejasen spent four days with several scholars, Muslims and non-Muslims, talking about this phenomenon in the Qur’an and the Sunnah. At the end of those sessions Professor Tejasen stood up and said:</p>
<p><em>Profesor Tejasen menghabiskan empat hari dengan beberapa sarjana, Muslim dan non-Muslim, membicarakan tentang fenomena yang ada dalam Al-Quran dan Sunnah ini. Pada akhir acara, Profesor Tejasen berdiri dan mengatakan:</em></p>
<p>In the last three years I became interested in the Qur’an, which Shaykh Abdul-Majeed Az-Zindani gave me. Last year, I got Professor Keith Moore’s latest script from the shaykh. He asked me to translate it into the Thai language and to give a few lectures to the Muslims in Thailand. I have fulfilled his request. You can see that in the video tape that I have given to the shaykh as a gift. From my studies and from what I have learned throughout this conference, I believe that everything that has been recorded in the Qur’an 1400 years ago must be the truth, that can be proven by scientific means. Since the Prophet Muhammad could neither read nor write, Muhammad must be a messenger who relayed this truth which was revealed to him as an enlightenment by the One Who is an eligible Creator. This Creator must be Allah, or God. Therefore, I think this is the time to say ‘Laa ilaaha illAllah ’, that there is no god to worship except Allah, ‘Muhammad Rasool Allah ’, Muhammad is the messenger of Allah&#8230;</p>
<p><em>Pada tiga tahun terakhir saya sangat tertarik dengan Al-Quran, yang dihadiahkan oleh Syaikh Abdul-Majiid Az-Zindani. Tahun lalu, saya mendapatkan skripsi terakhir dari Profesor Keith Moore dari Syaikh. Dia meminta saya untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Thailan dan mengadakan beberapa ceramah kepada ummat Muslim di Thailand. Saya telah memenuhi permintaan dia. Anda bisa melihatnya pada video tape yang diberikan Syaikh sebagai hadiah. Dari penyelidikan saya dan dari apa yang telah saya pelajari selama konferensi ini, saya yakin bahwa segala yang terekam dalam Al-Quran 1400 tahun yang lalu pastilah suatu kebenaran, hal ini bisa dibuktikan dengan ilmu sains. Karena Nabi Muhammad SAW tidak bisa membaca dan menulis, Muhammad SAW pastilah seorang utusan yang telah menyampaikan kebenaran ini yang telah diwahyukan kepadanya sebagai cahaya dari Dia Yang Maha Pencipta. Pencipta ini pastilah Allah, atau Tuhan. Oleh karena itu, saya fikir inilah saat yang tepat untuk mengucapkan &#8216;Laa ilaaha ilaallaah&#8217;, bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah, &#8216;Muhammadar rasuulullaah&#8217;, bahwa Muhammad adalah utusan Allah&#8230;</em></p>
<p>I have not only learned from the scientific knowledge in the conference, but also the great chance of meeting many new scientists and making many new friends among the participants. The most precious thing that I have gained by coming to this conference is ‘La ilaaha illAllah, Muhammad Rasool Allah ’, and to have become a Muslim.</p>
<p><em>Saya tidak hanya telah mempelajari dari pengetahuan sains di konferensi ini, akan tetapi juga memperoleh kesempatan besar untuk menemui banyak ilmuwan baru dan membuat persahabatan baru dari semua pengikut konferensi. Hal paling berharga yang saya peroleh dengan mendatangi konferensi ini adalah kalimat &#8216;Laa ilaaha illallaah, Muhammadar rasuulullaah&#8217;, dan menjadi seorang Muslim.</em></p>
<p>The truth verily comes from Allah who said in the Qur’an: And those to whom knowledge has come see that the (revelation) sent down to thee from thy Lord &#8211; that is the truth, and that it guides to the path of the Exalted (in Might), worthy of all praise. (Qur’an 34:6).</p>
<p><em><strong>Kebenaran sungguh datang dari Allah yang telah mengatakan dalam Al-Quran:</strong></em></p>
<p><em><strong>Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (Quran 34:6)</strong></em></p>
<p>Berikut sumber aslinya klik <a href="http://www.alquran-indonesia.com/web/news/2011/07/profesor-masuk-islam-karena-keajaiban-al-quran">di sini</a> dan <a href="http://abdshomad.8m.com/offline/www.it-is-truth.org/chapters/skin.htm">di sini</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wafimarzuqi.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wafimarzuqi.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wafimarzuqi.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wafimarzuqi.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wafimarzuqi.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wafimarzuqi.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wafimarzuqi.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wafimarzuqi.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wafimarzuqi.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wafimarzuqi.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wafimarzuqi.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wafimarzuqi.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wafimarzuqi.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wafimarzuqi.wordpress.com/422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=422&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/19/profesor-masuk-islam-karena-keajaiban-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/046b545fec18d3648ea54e068f875a31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wafimarzuqi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wafimarzuqi.files.wordpress.com/2012/01/struktur-kulit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">struktur-kulit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAKIKAT HARI NATAL</title>
		<link>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/05/hakikat-hari-natal/</link>
		<comments>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/05/hakikat-hari-natal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 04:09:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wafimarzuqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[hari natal]]></category>
		<category><![CDATA[isa al masih]]></category>
		<category><![CDATA[Isa Alaihissalam]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Isa]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wafimarzuqi.wordpress.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Bagi umat Kristen, Natal 25 Desember adalah hari besar yang dirayakan dengan sepenuh suka cita dan kemeriahan. Hari ini diyakini sebagai peristiwa kelahiran Yesus Kristus ke dunia (Dies Natalis of Jesus Christ). Peringatan ini menjadi penting, karena mereka meyakini Yesus &#8230; <a href="http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/05/hakikat-hari-natal/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=419&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="LTR">Bagi umat Kristen, Natal 25 Desember adalah hari besar yang dirayakan dengan sepenuh suka cita dan kemeriahan. Hari ini diyakini sebagai peristiwa kelahiran Yesus Kristus ke dunia (Dies Natalis of Jesus Christ). Peringatan ini menjadi penting, karena mereka meyakini Yesus sebagai tuhan dan juru selamat. Dengan kata lain, perayaan Natalbagi umat kristiani adalah memperingati hari ulang tahun kelahiran tuhan. <span id="more-419"></span></p>
<p>Mengapa mereka merayakan hari ulang tahun kelahiran Yesus tanggal 25 Desember? Apakah Yesus benar-benar lahir tanggal 25 Desember?</p>
<p>Sebenarnya, semua teolog Kristen sepakat bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Meski demikian, para teologi berselisih pendapat mengenai tanggal lahir Yesus.</p>
<p><strong>1. Yesus lahir tanggal 14 Maret SM?<br />
</strong><br />
Ralph O. Muncaster, pendeta gereja Saddleback dalam bukunya ‘What Really Happe­ned Charistmas Morning’ menolak pendapat bahwa Yesus lahir pada tahun 1 Masehi dengan merujuk kepada pendapat para ahli lainnya. Menurut Josephus (sejarawan Yahudi), Yesus lahir pada tanggal 14 Maret tahun 4 Sebelum Masehi. Berdasarkan observasi astro­no­­­mis Johannes Kepler, Yesus lahir tahun 7 Sebelum Masehi. Sedangkan Tertulian, Irenaeus, Eusebius (bapak gereja) berpendapat bahwa Yesus lahir pada tahun 2 Sebelum Masehi.</p>
<p><strong>2. Yesus Lahir Bulan April atau November?<br />
</strong><br />
Dr. J.L. Ch. Abineno menjelaskan bahwa Yesus mustahil lahir 25 Desember. Menurutnya, Yesus lahir pada bulan Maret, April atau November. “Gereja-gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Kebiasaan ini baru dimulai dalam abad ke-4. Sebelum itu Gereja tidak mengenal perayaan Natal. Terutama karena gereja tidak tahu dengan pasti kapan –pada hari dan tahun keberapa– Yesus dilahirkan. Kitab-kitab Injil tidak memuat data-data tentang hal itu. Dalam Lukas pasal 2 dikatakan bahwa pada waktu Yesus dilahirkan, gembala-gembala sedang berada di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam (ayat 8). Itu berarti, bahwa Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan bulan November” (Buku Katekisasi Perjanjian Baru, hal. 14).</p>
<p><strong>3. Yesus Lahir Bulan September?<br />
</strong><br />
Pendeta Benyamin Obadyah, alumnus Jerusalem Center, Yerusalem, mengutip pendapat R.A. Honorof dalam bukunya The Return of the Messiah (1997), menyatakan bahwa Yesus lahir pada bulan September. Benyamin menulis: “Meskipun menurut Alkitab Yesus dikandung Maria dari karunia Allah (Lukas 1:35), tapi ia dikandung secara normal selama 40 minggu atau 9,5 bulan. Ini berarti, Yesus dilahirkan pada akhir bulan September atau awal Oktober dan saat itulah orang Yahudi merayakan Hari Raya Tabernakel&#8230; Hari raya ini jatuh setiap tanggal 15 bulan Tishri menurut kalendar Yahudi. Menurut kalendar internasional (Gregorian), tahun 1999 tanggal 15 Tishri bertepatan dengan tanggal 25 September. Jadi, umat Kristen yang memperingati Natal 25 Desember terlambat selama tiga bulan.”</p>
<p><strong>4. Yesus Lahir Bulan Januari?<br />
</strong>Ephiphanius dan Gereja Orthodox Timur memperingati Natal tanggal 6 Januari, lalu Gereja Katolik Ortodoks memperingati Natal tanggal 7 Januari, sedangkan Gereja Armenian memperingati Natal tanggal19 Januari. Dari berbagai versi tanggal Natalan tersebut, tak satupun yang bisa dipercaya. Tabloid Victorius edisi Natal pernah mengungkapkan keheranannya tentang Natal yang misterius: “Entah kapan dan siapa tokoh pencetus hari Natal, hingga sekarang masih dicermati. Dan apa benar tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Yesus Kristus? Hal ini masih misterius”. Karena kesimpangsiuran tanggal kelahiran Yesus itulah, seorang muallaf Wencelclaus Insan Mokoginta berani membuat sayembara terbuka berhadiah mobil BMW. “Jika ada yang bisa menunjukkan dalil dalam Alkitab bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah untuk merayakannya, kami sediakan hadiah mobil BMW dan uang tunai 10 juta rupiah,” tulis Wencelclaus dalam buku Mustahil Kristen Bisa Menjawab.</p>
<p><strong>Mengapa Natalan tanggal 25 Desember?<br />
</strong><br />
Gereja-gereja Barat merayakan Natal tiap tanggal 25 Desember karena mendapat pengaruh dari Roma. Setelah melalui perjalanan yang panjang, akhirnya sebagian besar gereja di dunia mengikuti tradisi Roma.</p>
<p>Mengapa 25 Desember? Latar belakang perayaan Natal berasal dari kebudayaan bangsa Romawi. Tanggal 25 Desember dipilih sebagai hari Natal Yesus semata-mata mengadopsi tradisi pagan, untuk menyesuaikan dengan hari perayaan penyembahan berhala yang populer pada saat itu.</p>
<p>Sebab 25 Desember adalah Natal dua dewa terkemuka pada masa purba, yaitu perayaan kelahiran Dewa Matahari bangsa Roma yang dikenal dengan perayaan Solis Invictus (matahari yang tak terkalahkan) dan Dewa Mithras (dewa matahari kebenaran dan kebijakan). Perayaan ini sangat berpengaruh dalam kebudayaan dan keagamaan di kekaisaran Romawi, sejak abad ke-10 hingga 7 sebelum Yesus lahir (Sebelum Masehi).</p>
<p>Perayaan Roman Saturnalia, suatu perayaan untuk menghormati Saturnus, Dewa Pertanian dan Pembaruan Kuasa Matahari, juga berlangsung pada tanggal 25 Desember.</p>
<p>Sejak abad ke-4 Masehi, Gereja Katolik mencaplok 25 Desember sebagai Natal Yesus Kristus untuk menggeser pesta kafir tentang perayaan kelahiran dewa, diganti sebagai natal Yesus sang pembawa terang. Dengan inkulturasi seperti ini, mereka berharap agar para paganis dengan mudah beralih menjadi penganut Kristen. Makanya, beberapa kebiasaan yang terdapat pada perayaan Natal, diperkirakan berakar dari perayaan penyembahan berhala-berhala ini.</p>
<p>Kaisar Constantin Agung berusaha mempersatukan berbagai golongan dan agama guna keseimbangan politis dan agamawi di kekaisarannya. Maka diperkenalkanlah tadisi Natal pertama kali di Roma tanggal 25 Desember 336 yang menggabungkan tradisi penyembahan matahari dalam Mithraisme dengan tradisi perayaan kelahiran Yesus dalam Kristen. Sejak saat itulah 25 Desember diadopsi perlahan-lahan untuk merayakan Natal kelahiran Yesus. Otomatis, latar belakang Mithraisme pada perayaan Sol Invictus masih melekat. Misalnya, matahari yang disembah dalam perayaan Sol Invictus, diganti dengan simbol bahwa Yesus adalah Sang Matahari Kebenaran Penerangi Dunia.</p>
<p>Untuk menampik tudingan perayaan tradisi kafir, biasanya para penginjil berkilah, “Kalau kini Natal dirayakan sepenuhnya untuk kepentingan rohani dan setiap orang Kristen dapat bertumbuh dewasa karenanya, maka kaitannya dengan sejarah agama purba itu tentu saja bisa diabaikan” (Majalah Kristen Rajawali edisi Desember Th. XII no. 12 hlm. 16).</p>
<p dir="LTR">Alasan ini sudah tidak relevan. Jauh-jauh hari Herbert W Armstrong (1892-1986), Pastur Worldwide Church of God yang berkedudukan di Amerika Serikat, telah membantahnya dengan mengutip Catholic Encyclopedia: “Sinners alone, not saints, celebrate their birthday.” Hanya orang kafir, bukan orang-orang suci, yang merayakan hari ulang tahun mereka!! [a. ahmad hizbullah mag/suara islam]</p>
<p dir="LTR"> SUMBER: klik <a href="http://www.voa-islam.com/counter/christology/2011/12/25/17180/hari-ini-bukan-natal-yesus-tapi-ulang-tahun-kelahiran-dewa-kafir/">disini</a></p>
<p dir="LTR">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wafimarzuqi.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wafimarzuqi.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wafimarzuqi.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wafimarzuqi.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wafimarzuqi.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wafimarzuqi.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wafimarzuqi.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wafimarzuqi.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wafimarzuqi.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wafimarzuqi.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wafimarzuqi.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wafimarzuqi.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wafimarzuqi.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wafimarzuqi.wordpress.com/419/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=419&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/05/hakikat-hari-natal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/046b545fec18d3648ea54e068f875a31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wafimarzuqi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Istighfar</title>
		<link>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/01/keajaiban-istighfar/</link>
		<comments>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/01/keajaiban-istighfar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 09:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wafimarzuqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wafimarzuqi.wordpress.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Aku berusia 30 tahun saat suamiku wafat dengan meninggalkan lima orang anak, laki-laki dan perempuan, yang masih kecil-kecil. Semasa hidupnya, suamilah penanggung nafkah keluarga sepenuhnya. Sedangkan aku menjalankan tugas utamaku sebagai istri dan ibu rumah tangga. Meskipun pendapatan suami pas-pasan, &#8230; <a href="http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/01/keajaiban-istighfar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=416&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku berusia 30 tahun saat suamiku wafat dengan meninggalkan lima orang anak, laki-laki dan perempuan, yang masih kecil-kecil. Semasa hidupnya, suamilah penanggung nafkah keluarga sepenuhnya. Sedangkan aku menjalankan tugas utamaku sebagai istri dan ibu rumah tangga.</p>
<p>Meskipun pendapatan suami pas-pasan, tapi kami merasa cukup dan tidak ada yang kurang. Hidup kamipun terasa begitu bahagia dan indah.<br />
Sampai hari kelabu itu datang. Suami tercinta pergi menghadap Sang Pencipta secara demikian mendadak. Semuanya jadi berubah 180 derajat. Dunia serta merta menjadi gelap gulita di mataku. Akupun hampir tak henti menangis sejak saat itu. Sampai-sampai aku sangat menghawatirkan kondisi mataku.</p>
<p>Aku terus meratapi nasibku yang terasa begitu buruk dan berat. Yang terberat memang masalah beban hidup yang tidak ringan, sementara itu pemasukan sudah tidak ada lagi. Hanya ada sedikit harta yang ditinggalkan Bapak. Akupun berusaha sehemat mungkin dalam menggunakannya. Mungkin kelemahan antisipasi dan kekurang siapan terhadap kondisi tak terdugalah yang membuatku begitu shock. Sampai-sampai seakan aku lupa bahwa, penjemin rezeki kita bukanlah suami, orang tua atau siapapun. Melainkan justru hanya Allah semata.</p>
<p>Nah, kondisiku mulai berubah lebih baik dan stabil, setelah suatu hari, saat berada di kamar, aku mendengarkan salah siaran radio Idza&#8217;atul Qur&#8217;an Al-Karim. Dimana ada seorang Syaikh yang membawakan sebuah hadits (yang artinya):</p>
<p style="text-align:right;"><strong>مَنْ لَزِمَ الاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ</strong></p>
<p><em>“Barangsiapa tak henti beristighfar, niscaya Allah akan mengadakan baginya untuk setiap himpitan hidup solusi dan jalan keluar, untuk setiap kepedihan perlepasan dan kebebasan, serta memberinya rezeki secara tidak diduga-duga”</em> (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas ra.).</p>
<p>Setelah mendengar hadits tersebut dibacakan, semangat hidupku jadi bangkit kembali, dan pengharapan kepada keluasan rahmat Allah-pun pulih lagi dan bahkan menguat sekuat-kuatnya. Dan aku berazam sejak saat itu untuk mengamalkan isinya dengan penuh keyakinan.<br />
Maka akupun mulai melafalkan istighfar kepada Allah, sekuat-kuatnya, dan sebanyak-banyaknya, hampir tanpa putus. Sebagaimana aku ajak pula anak-anakku untuk melakukan amalan yang sama, istighfar!</p>
<p>Berbulan-bulan kami melakukannya, tanpa henti dan tanpa putus asa. Kami bahkan telah menikmatinya. Dan saat istighfar spesial kami itu genap 6 bulan, keajaiban itupun datang. Tepat seperti kata hadits: secara tidak disangka-sangka dan tidak diduga-duga sama sekali.</p>
<p>Ya, tiba-tiba kami mendengar berita tentang adanya sebuah proyek perencanaan dan pengembangan pembangunan, yang sebagiannya meliputi dan mengambil tanah milik kami, yang sudah lama sekali tak terurus dan tidak termanfaatkan, karena lokasinya yang tidak strategis. Singkatnya, kamipun mendapatkan &#8220;ganti untung&#8221; jutaan Riyal. Allahu Akbar. Sungguh samudera rahmat dan rahasia hikmah Allah memang benar-benar tidak ada yang bisa menyelaminya. Puji dan syukur kami kepada-Mu ya Allah. Juga ampunilah segala kelemahan, kekerdilan dan dosa-dosa kami.</p>
<p>Kehidupan keluarga kami pun berubah total. Keceriaan kembali menghiasi hari-hari kami. Kesedihanku sirna, karena tergantikan oleh kebahagiaan yang tiada terkira. Apalagi dengan perkembangan semua anakku, yang tidak sekadar baik. Melainkan baik sekali dan sangat membanggakan, bagi ummi mereka, bagi seluruh keluarga besar kami, bahkan juga bagi masyarakat sekitar. Karena disamping tumbuh sehat dan berakhlak mulia, merekapun berprestasi gemilang dalam pendidikan, umum maupun khusus. Diantara mereka ada yang meraih ranking 1 dalam prestasi belajarnya untuk tingkat propinsi. Ada yang hafidz Al-Qur&#8217;an 30 juz. Dan begitu seterusnya.</p>
<p>Falhamdu lillahi Rabbil &#8216;alamin.</p>
<p>Nah, aku telah membuktikan salah satu keajaiban dan kedahsyatan amalan istighfar, bagaimana dengan Anda?</p>
<p>Sumber: Status yang ditulis Ustadz Ahmad Mudzaffar, MA. dalam facebooknya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wafimarzuqi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wafimarzuqi.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wafimarzuqi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wafimarzuqi.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wafimarzuqi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wafimarzuqi.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wafimarzuqi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wafimarzuqi.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wafimarzuqi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wafimarzuqi.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wafimarzuqi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wafimarzuqi.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wafimarzuqi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wafimarzuqi.wordpress.com/416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=416&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2012/01/01/keajaiban-istighfar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/046b545fec18d3648ea54e068f875a31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wafimarzuqi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOTA MAKKAH DAN PARA NABI</title>
		<link>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/31/kota-makkah-dan-para-nabi/</link>
		<comments>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/31/kota-makkah-dan-para-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 22:03:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wafimarzuqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[bakkah]]></category>
		<category><![CDATA[ka'bah]]></category>
		<category><![CDATA[kiblat]]></category>
		<category><![CDATA[kota suci]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid al haram]]></category>
		<category><![CDATA[masjidil haram]]></category>
		<category><![CDATA[ummul qura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wafimarzuqi.wordpress.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Banyak para Nabi yang pergi ke Makkah untuk mengerjakan ibadah haji disana. Sampai Nabi Adam pun pergi kesana untuk mengerjakan ibadah haji. Bahkan dikatakan bahwa banjir yang meluap di zaman Nabi Nuh tidak bisa membenamkan Baitullah ini. Ini berarti bahwa &#8230; <a href="http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/31/kota-makkah-dan-para-nabi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=410&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Banyak para Nabi yang pergi ke Makkah untuk mengerjakan ibadah haji disana. Sampai Nabi Adam pun pergi kesana untuk mengerjakan ibadah haji. Bahkan dikatakan bahwa banjir yang meluap di zaman Nabi Nuh tidak bisa membenamkan Baitullah ini. Ini berarti bahwa Makkah adalah kota terkuno yang sudah ada sejak zaman Nabi Adam, manusia pertama yang diciptakan Allah SWT.<br />
Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p style="text-align:right;">لَقَدْ مَـرَّ بِالصَّخْـرَةِ مِنَ الرَّوْحاَءِ سَبْعُوْنَ نَبِياًّ، مِنْهُمْ نَبِيُّ اللهِ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ، حُفاَةً عَلَيْهِمُ اْلعَبَاءُ، يَؤُمُّوْنَ بَيْتَ اللهِ اْلعَتِيْقَ. رواه أحمد وأبو يعلى وحسنه الألباني</p>
<p><em>“Sungguh! telah melewati  batu besar di Ar-Rauha` (nama tempat) ini tujuh puluh Nabi. Diantara Nabi-Nabi itu ada Nabi Musa AS. Mereka berjalan tanpa alas kaki sambil memakai selendang. Semuanya berjalan menuju Baitullah Al-Atiq”.</em> (HR.Ahmad, Abu Ya’la dan dihasankan oleh Al-Albani).</p>
<p>Beliau juga bersabda:</p>
<p dir="RTL">((صَلَّى فِيْ مَسْجِدِ اْلخَيْفِ سَبْعُوْنَ نَبِياًّ، مِنْهُمْ مُوْسىَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، كَأَنِّيْ أَنْظُرُ إِلَيْهِ وَعَلَيْهِ عَبَاءَتَانِ قُطْوَانِيَّتاَنِ، وَهُوَ مُحْرِمٌ عَلَى بَعِيْرٍ مِنْ إِبِلٍ شَنْؤُهُ مَخْطُوْمٌ بِخِطاَمِ لِيْفٍ لَـهُ ضَفِيْرَتَانِ)) (رواه الطبراني وحسنه الألباني).</p>
<p> “<em>Telah shalat di masjid Al-Khaif ini tujuh puluh Nabi, diantara mereka ada Nabi Musa AS. Saya seperti melihatnya sedang memakai dua selendang Quthwani, beliau berihram diatas unta yang tali kekangnya terbuat dari sabut. Beliau mempunyai dua kelabang dirambutnya.” (</em>HR. Ath-Thabrani dan dihasankan oleh Al-Albani).</p>
<p>Dalam hadist lain beliau bersabda:</p>
<p dir="RTL">((لَقَدْ مَرَّ بِهِ (أَيْ وَادِيْ عُسْفَانَ) هُوْدٌ وَصَالِحٌ عَلَى بَكَرَاتٍ خَطْمُهُماَ اللِّيْفُ، أُزُرُهُمُ اْلعَبَاءُ، وَأَرْدِيَتُهُمُ النِّماَرُ يَحُجُّوْنَ اْلبَيْتَ اْلعَتِيْقَ)) (رواه أحمد)</p>
<p><em>“Nabi Hud dan Salih alaihimassalam telah melewati lembah ini (lembah usfan) dengan mengendarai unta yang tali kekangnya terbuat dari sabut, sarung mereka adalah selendang, sedangkan baju yang mereka pakai adalah nimar,<a title="" href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a> mereka pergi menuju Al-Bait Al-Atiq.”</em> (HR. Ahmad).</p>
<p>Imam Al-Hakim meriwayatkan bahwasa Rasulullah SAW saat melewati lembah Al-Azraq berkata:</p>
<p style="text-align:right;" dir="RTL" align="left"> ((كَأَنِّيْ أَنْـظُرُ إِلَى مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ مُهْبِطاً، لَـهُ جُؤَارٌ إِلَى اللهِ بِالتَّكْبِيْرِ))، ثُمَّ أَتَى عَلَى ثَنِيَّةٍ، فَقَالَ: ((كَأَنيِّ أَنْظُرُ إِلَى يُوْنُسَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ عَلَى ناَقَةٍ حَمْرَاءَ جَعْدَةٍ، حِطَامُهاَ لِيْفٌ وَهُوَ يُلَبِّي وَعَلَيْهِ جُبـَّةُ صُوْفٍ)) (صححه الألباني)</p>
<p><em>“Seakan-akan saya melihat Musa AS sedang turun di lembah ini dengan mengeraskan suara takbir tinggi-tinggi”. Kemudian saat beliau (Nabi Muhammad SAW) melewati sebuah jalan kecil, beliau berkata lagi: “Saya seperti melihat Nabi Yunus AS sedang mengendarai unta merah yang berambut keriting, tali kekangnya terbuat dari sabut, beliau bertalbiyah dengan memakai jubah dari wol”</em> (Disahihkan oleh Al-Albani).</p>
<p>Sedangkan menurut hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p dir="RTL">((لَيُهِلَّـنَّ ابْنُ مَرْيَمَ بِفَـجِّ الرَّوْحاَءِ حاَجاًّ أَوْ مُعْتَمِرًا أَوْ لِيـُثَـنـِّيـْهِمَا))  (رواه مسلم)</p>
<p><em>“Putra Maryam pasti akan memulai talbiyahnya di jalan<br />
Ar-Rauha’ ini. Ia menuju Makkah untuk mengerjakan ibadah haji atau umrah, atau mengerjakan keduanya secara bersamaan.”</em> (HR. Muslim)</p>
<p>Adapun Nabi Ibrahim dan Ismail, keduanyalah yang membangun Baitullah ini. Mereka berdua mengajak para manusia datang ke Makkah untuk mengerjakan ibadah haji. Allah SWT berfirman:</p>
<p dir="RTL">وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (البقرة: 127)</p>
<p><em>“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo`a): &#8216;Ya Tuhan kami terimalah daripada kami amalan ini, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&#8217;.”</em> (QS. Al-Baqarah ayat 127).</p>
<p>Juga firman-Nya:</p>
<p dir="RTL">وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا ءَامِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ ءَامَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ (البقرة: 126)</p>
<p><em>“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdo`a: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.&#8221; </em>(QS. Al-Baqarah ayat 126).</p>
<p>Dalam ayat lain Allah SWT Berfirman:</p>
<p dir="RTL">رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ (إبراهيم: 37)</p>
<p><em> “Ya Tuhan kami, sesungguhnya saya telah menempatkan sebahagian keturunan saya di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah Engkau, yaitu Baitullah yang diagungkan. Ya  Tuhan kami! Yang demikian itu, agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”</em> (QS. Ibrahim ayat 37)</p>
<p dir="RTL">
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a> Baju bergaris-garis, hitam dan putih.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wafimarzuqi.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wafimarzuqi.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wafimarzuqi.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wafimarzuqi.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wafimarzuqi.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wafimarzuqi.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wafimarzuqi.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wafimarzuqi.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wafimarzuqi.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wafimarzuqi.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wafimarzuqi.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wafimarzuqi.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wafimarzuqi.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wafimarzuqi.wordpress.com/410/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=410&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/31/kota-makkah-dan-para-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/046b545fec18d3648ea54e068f875a31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wafimarzuqi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Makkah&#8221; Pada Akhir Zaman</title>
		<link>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/31/makkah-pada-akhir-zaman/</link>
		<comments>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/31/makkah-pada-akhir-zaman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 20:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wafimarzuqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[akhir zaman]]></category>
		<category><![CDATA[ka'bah]]></category>
		<category><![CDATA[kota suci]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wafimarzuqi.wordpress.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[Dari Ummu Salamah radhiyallahu anha dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, ((يَعُوْذُ عَائِذٌ بِالْبَيْتِ فَيُبْعَثُ إِلَـيْهِ بَعْثٌ، فَإِذَا كَانُوْا بِبَيْدَاءَ مِنَ اْلأَرْضِ خُسِفَ بِهِمْ&#8230;)) (رواه مسلم) &#8220;Pada suatu hari nanti ada seseorang yang berlindung di baitul haram, kemudian ia diserbu oleh &#8230; <a href="http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/31/makkah-pada-akhir-zaman/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=403&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Ummu Salamah radhiyallahu anha dia berkata: Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p dir="RTL">((يَعُوْذُ عَائِذٌ بِالْبَيْتِ فَيُبْعَثُ إِلَـيْهِ بَعْثٌ، فَإِذَا كَانُوْا بِبَيْدَاءَ مِنَ اْلأَرْضِ خُسِفَ بِهِمْ&#8230;)) (رواه مسلم)</p>
<p><em>&#8220;Pada suatu hari nanti ada seseorang yang berlindung di baitul haram, kemudian ia diserbu oleh pasukan yang sangat banyak, ketika mereka berada di tengah padang pasir, tiba-tiba Allah menenggelamkan mereka semua.&#8221;</em> (HR. Muslim)</p>
<p><img class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..." src="http://wafimarzuqi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt=""></p>
<p>Dalam riwayat lain yang dikatakan Hafshah, beliau bersabda,</p>
<p dir="RTL">&nbsp;((سَيَعُوْذُ بِهَذَا اْلبَيْتِ –يَعْنِي اْلكَعْبَةَ- قَوْمٌ لَيْسَ لَهُمْ مَنْعَةٌ وَلاَ عَدَدٌ وَلاَ عُـدَّةٌ يُبْعَثُ إِلَيْهِ جَيْشٌ حَتىَّ إِذاَ كاَنُوْا بِـبَيْدَاءَ مِنَ اْلأَرْضِ خُسِفَ بِهِمْ)) (رواه مسلم)</p>
<p><em>&#8220;Akan ada sebuah kaum yang tidak memiliki senjata, tidak berjumlah banyak, dan tidak punya persiapan perang. Mereka berlindung di dalam al-bait (ka`bah). Kemudian dikirimlah pasukan dalam jumlah besar ke bait tadi (untuk menghabisi mereka), ketika pasukan itu sampai di padang pasir, tiba-tiba mereka semua tenggelam ke dalam perut bumi.&#8221; </em>(HR. Muslim)</p>
<p>Ummu Salamah berkata dalam riwayat lain bahwa rasulullah mengatakan,</p>
<p dir="RTL">&nbsp;((يَكُوْنُ اخْتِلاَفٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ، فَيـَخْرُجُ خَلِيْفَةٌ مِنْ بَنِيْ هاَشِمٍ، فَيَأْتِيَ مَكَّةَ فَيَسْتَخْرِجُهُ الناَّّسُ مِنْ بَيْـْتِهِ بَيْنَ الرُّكْنِ وَاْلمَقَامِ، فَيُجَهَّزُ لَـهُ جُزْءٌ مِنَ الشَّامِ&#8230;)) (رواه الطبراني)</p>
<p><em>&#8220;Akan ada perselisihan saat salah seorang khalifah meninggal dunia. Kemudian keluarlah seorang khalifah dari Bani Hasyim, dia datang ke Makkah dan orang-orang menyuruhnya keluar dari rumahnya, lalu ia pergi ke ka`bah diantara rukun (hajar aswad) dan maqam Ibrahim. Maka dikirimlah beberapa pasukan dari negeri Syam (untuk membunuhnya&#8230;)&#8221; </em>(HR. Ath-Thabrani)</p>
<p>Dalam riwayat lain,</p>
<p dir="RTL">&nbsp;((فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ اْلمَدِيْنَةِ هَارِباً إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيْهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيـُخْرِجُوْنَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيـُباَيِعُوْنَـهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَاْلمَقَامِ&#8230;)) (رواه أبو داود وهو حسن)</p>
<p><em>&#8220;Maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah, ia melarikan diri ke Makkah. Lalu ia didatangi beberapa orang Makkah. Mereka mengeluarkan lelaki itu dari kediamannya dan membaiatnya di antara hajar aswad dan Maqam, padahal ia tidak ingin dibaiat&#8230;&#8221;</em> (HR. Abu Dawud, ini adalah hadits hasan).</p>
<p>Sungguh, Allah benar-benar menjaga kota Makkah dari segala niat buruk dan kejahatan. Renungkanlah hadits-hadits diatas, Allah telah menenggelamkan semua pasukan yang menuju Makkah dengan niat buruk. Allah senantisa menjaga dan melindunginya, bahkan menjaganya dari Dajjal yang buta sebelah, sehingga tidak bisa masuk ke kota Makkah.</p>
<p>Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p dir="RTL">&nbsp;((لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلاَّ سَيَطَؤُهُ الدَّجاَّلُ، إِلاَّ مَكَّةَ وَاْلمَدِيْنَةَ، وَلَيْسَ نَقَبٌ مِنْ أَنْقَابِهاَ إِلاَّ عَلَيْهِ اْلمَلاَئِكَةُ حَافِّيْنَ، تَحْرُسُهاَ، فَيَنْزِلُ بِالسَّبْخَةِ، فَتَـرْجُفُ اْلمَدِيْنَةَ بِأَهْلِهَا ثَلاَثَ رَجَفَاتٍ، يَخْرُجُ إِلَيْهِ مِنْهاَ كُلُّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ)) (رواه البخاري ومسلم).</p>
<p><em>&#8220;Tidak ada sebuah kota pun di bumi ini kecuali Dajjal akan memasukinya, selain Makkah dan Madinah. Tidak ada jalan setapak pun padanya, kecuali disitu ada malaikat yang berkumpul menjaganya. Lalu Dajjal itu mendatangi Sabkhah (sebuah dataran penuh dengan pasir). Disana ia menghentakkan kakinya tiga kali, maka keluarlah dari kota Madinah seluruh orang kafir dan munafiq yang ada.&#8221;</em> (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Sedangkan dalam hadits Abu Umamah, dari Rasulullah SAW beliau bersabda,</p>
<p dir="RTL">((وَإِنَّهُ لاَ يَبْقَى شَيْءٌ مِنَ اْلأَرْضِ إِلاَّ وَطَئَهُ وَظَهَرَ عَلَيْهِ، إِلاَّ مَكَّةَ وَاْلمَدِيْنَةَ، لاَ يَأْتِيْهِمَا مِنْ نَقَبٍ مِنْ أَنْقاَبِهاَ إِلاَّ لَقِـيَتْهُ اْلمَلاَئِكَةُ بِالسُّيـُّوْفِ، صَلَّتْهُ، حَتىَّ يَنـْزِلَ عِنْدَ الضَّرِيْبِ اْلأَحْمَرِ، عِنْدَ مُنْقَطِعِ السَّبْخَةِ، فَتَـرْجُفُ اْلمَدِيْنَةَ بأَِهْلِهاَ ثَلاَثَ رَجَفَاتٍ، فَلاَ يَبْقَى فِيْهاَ مُناَفِقٌ وَلاَ مُناَفِقَةٌ إِلاَّ خَرَجَ إِلَيْهِ، فَـتَنْفِي الْخَبِيْثَ مِنْهاَ، كَماَ يَنْفِي اْلكِيْرُ خُبْثَ اْلحَدِيْدِ، وَيُدْعَى ذَلِكَ اْليَوْمُ الْخَلاَصَ، قِيْلَ فَأَيْنَ اْلعَرَبُ يَوْمِئِذٍ؟ قَالَ: هُمْ يَوْمِئِذٍ قَلِيْلٌ&#8230;)) (رواه ابن ماجه وابن خزيمة وهو صحيح)</p>
<p><em>&#8220;Ketahuilah! Tidak ada sejengkal tanah&nbsp; pun di muka bumi ini kecuali akan dilewati Dajjal. Yang tidak dimasukinya hanyalah Makkah dan Madinah. Ketika dajjal mendatangi keduanya, tidak ada suatu jalan pun disana yang hendak dimasukinya, kecuali ia berhadapan dengan malaikat yang membawa pedang terhunus. Sehingga ia (putus asa dan) mendatangi dataran merah pada penghujung Sabkhah dekat kota Madinah. Lalu ia menghentakkan kakinya tiga kali, maka tidak terdapat seorang munafiq atau munafiqah di kota Madinah itu kecuali mereka keluar menghampiri dajjal tersebut. Sungguh! Kota Madinah telah mebersihkan keburukan dajjal, seperti alat peniup api yang membersihkan buruknya besi. Hari itu dinamakan dengan yaumul khalaash, yaitu hari bersihnya kota Madinah dari orang-orang munafiq. Kemudian rasulullah ditanya: kemanakah orang arab di hari itu wahai rasulullah? Beliau menjawab: mereka di hari itu sangat sedikit jumlahnya.&#8221; </em>(HR. Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah, ini adalah hadits sahih).</p>
<p>Sedangkan hadits yang diriwayatkan Abu Said Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p dir="RTL">((لَيَحُجُّنَّ هَذَا اْلبَيْتَ وَلَيَعْـتَمِرُنَّ بَعْدَ خُرُوْجِ يَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ)) (رواه البخاري)</p>
<p><em>&#8220;Demi Allah! Mereka pasti akan mengerjakan ibadah haji dan umrah di baitul haram ini setelah keluarnya ya`juj dan ma`juj&#8221;</em> (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Dan Rasulullah SAW telah menjelaskan kepada kita, bahwa Al-Masih Isa AS akan mengerjakan ibadah haji setelah beliau berhasil membunuh dajjal. Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p dir="RTL">&nbsp;((لَيُهِلَّـنَّ ابْنُ مَرْيَمَ بِفَـجِّ الرَّوْحاَءِ حاَجاًّ أَوْ مُعْتَمِرًا أَوْ لِيـُثَـنـِّيـْهِمَا)) (رواه مسلم)</p>
<p><em>&#8220;Demi Allah! Isa putera Maryam pasti akan melewati jalan ar-rauha` ini saat memulai ibadah haji atau umrah, atau saat mengerjakan keduanya secara bersamaan.&#8221; </em>(HR. Muslim)</p>
<p>Rasulullah SAW juga menyebutkan bahwa di antara tanda datangnya hari qiyamat, adalah dihancurkannya Ka`bah. Dalam sebuah hadits riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, dia menegaskan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p dir="RTL">((يُخَرِّبُ اْلكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ اْلحَبَشَةِ، وَيَسْلَبـُهاَ حُلِّيَّهاَ وَيُجَرِّدُهاَ مِنْ كِسْوَتِهاَ، وَلَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ أُصَيْلَعًا أُفَيْدَعاً، يَضْرِبُ بِمِسَاحَتِهِ وَمِعْوَلهِ)) (رواه أحمد وهو صحيح)</p>
<p><em>&#8220;Ka`bah ini akan dihancurkan oleh seseorang dari Habasyah (Ethiopia) yang kecil kedua betisnya. Ia merampas semua perhiasan Ka`bah dan mengambil kiswah (pakaian) nya. Sungguh! Saya seperti melihatnya disini (sekarang) sedang menghancurkan ka`bah dengan menggunakan Palu besar dan alat pengukurnya. Ia adalah orang yang ushaila`(tidak punya rambut kepala) dan ufaida&#8217; (yang bengkok tulang pergelangan kakinya)<a title="" href="#_ftn2"><strong></strong></a>.&#8221;</em> (HR. Ahmad dengan sanad sahih)</p>
<p>Sedangkan dalam riwayat Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma Nabi SAW bersabda,</p>
<p dir="RTL">&nbsp;((كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ أَسْوَدَ أَفْحَجَ، يَنْقُضُهاَ حَجَرًا حَجَرًا، يَعْنِي اْلكَعْبَةَ)) (رواه البخاري ومسلم)</p>
<p><em>&#8220;Saat ini saya seperti melihatnya sedang menghancurkan Ka`bah sedikit demi sedikit, satu persatu batu ia hancurkan, ia adalah seorang hitam yang salah satu matanya tidak normal.&#8221; </em>(HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dalam riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p dir="RTL">&nbsp;((يُخَرِّبُ اْلكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنَ اْلحَبَشَةِ)) (رواه مسلم)</p>
<p><em>&#8220;Yang menghancurkan Ka`bah ini adalah orang Habasyah yang dijuluki Dzus suwaiqotain.&#8221; </em>(HR. Muslim)</p>
<p>Orang itu dinamakan dengan dzus suwaiqotain karena kedua betisnya sangat kecil, lain dengan manusia pada umumnya.</p>
<p>Allah SAW Berfirman tentang tanda datangnya hari qiyamat,</p>
<p><em>&#8220;Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.&#8221;</em> (Qs. An-Naml ayat 82)</p>
<p>Ada sebuah hadits yang menerangkan tentang Ad-Dabbah ini, yaitu hadits dari Abu Umamah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p dir="RTL">&nbsp;((تَخْرُجُ الدَّابَّةُ فَتَسُمُّ الناَّسَ عَلَى خَرَاطِيْمِهِمْ ثُمَّ يَعْمُرُوْنَ فِيْكُمْ حَتىَّ يَشْتَرِيَ الرَّجُلُ اْلبَعِيْرَ، فَيَقُوْلُ مِمَّنِ اشْتَرَيْتَهُ، فَيَقُوْلُ: اِشْتَرَيْتُهُ مِنْ أَحَدِ اْلمُخَطَّمِيْنَ)) (رواه أحمد وهو صحيح)</p>
<p><em>&#8220;Akan keluar seekor binatang di akhir zaman yang meracuni banyak manusia, sehingga hidung mereka menjadi hitam. Kemudian orang-orang berhidung hitam itu menetap bersama manusia lainnya dan berjual beli dengan mereka. Sampai ada seseorang yang membeli unta dan ditanya: kamu membeli unta ini dari mana? Ia menjawab: saya membelinya dari salah satu orang yang berhidung hitam.&#8221; </em>(Hadits sahih riwayat Ahmad)</p>
<p>Saudaraku! Disebutkan dalam beberapa riwayat, bahwa binatang ini akan keluar dari Gunung Ajyad di Kota Makkah.</p>
<p>Rasulullah SAW juga mengatakan bahwa Islam adalah agama yang asing di kalangan manusia, dan kembalinya hanya ke kota Makkah dan Madinah. Beliau bersabda,</p>
<p dir="RTL">&nbsp;((إِنَّ اْلإِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيْباً وَسَيَعُوْدُ غَرِيْباً كَماَ بَدَأَ، وَهُوَ يَأْرِزُ بَيْنَ الْمَسْجِدَيْنِ كَماَ تَأْرِزُ اْلحَيَّةُ فِيْ جُحْرِهاَ)) (رواه مسلم)</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Islam diawali dengan keasingan, dan akan kembali asing seperti pemulaannya. Ia (Islam) akan kembali di antara dua masjid (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi),<a title="" href="#_ftn1"><strong></strong></a> seperti kembalinya seekor ular ke dalam lobangnya.&#8221; </em>(HR. Muslim)</p>
<div>
<hr align="left" width="33%" size="1"></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wafimarzuqi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wafimarzuqi.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wafimarzuqi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wafimarzuqi.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wafimarzuqi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wafimarzuqi.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wafimarzuqi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wafimarzuqi.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wafimarzuqi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wafimarzuqi.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wafimarzuqi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wafimarzuqi.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wafimarzuqi.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wafimarzuqi.wordpress.com/403/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=403&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/31/makkah-pada-akhir-zaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/046b545fec18d3648ea54e068f875a31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wafimarzuqi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wafimarzuqi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(2) KEKHUSUSAN KAMAR TIDUR</title>
		<link>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/2-kekhususan-kamar-tidur/</link>
		<comments>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/2-kekhususan-kamar-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 04:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wafimarzuqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[kamar pengantin]]></category>
		<category><![CDATA[kamar suami isteri]]></category>
		<category><![CDATA[mempelai]]></category>
		<category><![CDATA[RAHASIA KAMAR TIDUR]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia ranjang]]></category>
		<category><![CDATA[ranjang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wafimarzuqi.wordpress.com/?p=386</guid>
		<description><![CDATA[Seharusnya, setiap anak dibiasakan untuk tidak mengacau dan menghormati kekhususan-kekhususan orang lain. Jika mereka melakukan kesalahan dalam hal itu, mereka harus dinasehati dan dipahamkan dengan cara yang baik. “Wahai puteraku! Kamu tidak suka jika seseorang ikut campur dalam sesuatu yang &#8230; <a href="http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/2-kekhususan-kamar-tidur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=386&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seharusnya, setiap anak dibiasakan untuk tidak mengacau dan menghormati kekhususan-kekhususan orang lain. Jika mereka melakukan kesalahan dalam hal itu, mereka harus dinasehati dan dipahamkan dengan cara yang baik.</p>
<p><span id="more-386"></span><br />
“Wahai puteraku! Kamu tidak suka jika seseorang ikut campur dalam sesuatu yang kamu miliki. Kamu tidak suka jika seseorang bertanya kepadamu tentang hal-hal khususmu yang ia tidak perlu ikut campur padanya. Dan kamu tidak menghormati seseorang yang tiba-tiba masuk memotong ucapanmu saat kamu berbicara dengan kawan kamu&#8230;<br />
Maka seperti itulah wahai puteraku -semoga Allah menjagamu-, orang lain juga tidak menyukai hal itu. Belajarlah menghormati orang lain dan menghormati hal-hal khusus mereka.” Inilah cara seorang anak berinteraksi (muamalah) dengan orang lain.<br />
Kemudian, hal terpenting yang mesti dipelajari oleh seorang anak, adalah menghormati kekhususan tempat tidur. Sehingga ia tidak masuk ke kamar tidur, kecuali sebelumnya sudah meminta izin dan ia diizinkan. Jika tidak diizinkan, ia tidak boleh masuk.<br />
Allah swt Berfirman,</p>
<p style="text-align:right;">{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ } النور : 58</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman! Hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari). Yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan Pakaian (luar)mu di tengah hari, dan sesudah shalat Isya`. Itu adalah tiga aurat bagi kamu . Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu . Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat ini bagi kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nuur: 58)<br />
Dan demikian pula&#8230; seandainya pandangan sang anak sudah tertuju pada sesuatu dalam kamar, hendaknya ia tidak menceritakannya kepada orang lain. Bahkan kepada saudara-saudaranya sendiri. Karena jika menceritakan hal itu kepada saudara-saudaranya, berarti ia juga akan menceritakannya kepada orang lain.</p>
<p>Dengan demikian, kamar tidur tetap menjadi tempat berdiam yang sangat terbentengi dari mata, lidah, dan telinga orang lain. Tiada yang melihat di dalamnya selain sepasang suami dan isteri. Tiada yang mendengar apa yang diucapkan di dalamnya, selain suami dan isteri. Dan apa-apa yang terjadi di dalamnya tidak diomongkan kepada orang lain.<br />
Dan menurut pendapat kami, orang lain mesti harus diutamakan untuk tidak mengetahui seluk beluk kamar tidur kita. Karena jiwa setiap orang sangat merindu. Jiwanya selalu terpesona dengan keindahan. Dan sangat terpengaruh dengan keindahan tersebut.<br />
Sementara, tidak semua orang, mampu memberikan keberkahan ketika melihat apa yang menggembirakannya, terdapat pada orang lain.<br />
Tidak semua orang mengucapkan, saat melihat kenikmatan pada orang lain, doa ini:</p>
<p style="text-align:right;">مَا شَاءَ اللهُ تَبَارَكَ اللهُ، اَللَّهُمَّ باَرِكْ لَهُ فِيْهِ، وَأَعْطِهِ مِنْ خَيْرِهِ، وَاصْرِفْ عَنْهُ شَرَّهُ</p>
<p>“Maasya Allah, maha suci Allah! Ya Allah! Berkahilah dia dalam barang ini. Berikan kepadanya kebaikan barang ini. Dan jauhkan darinya keburukan barang ini.”<br />
Tidak semua orang mengucapkan, atau mampu mengucapkan doa ini. Atau mereka belum terbiasa untuk mengucapkannya. Sehingga ain itu datang, dan menyakiti pemilik keindahan tersebut. Kisah tentang hal semacam ini sangat banyak terjadi. Di antaranya:<br />
Ada seorang wanita yang menikah, kemudian diceraikan. Lalu ia menikah lagi dan diceraikan lagi. Bisa jadi penyebabnya, karena ia sering mengajak para pengunjung untuk melihat ruang tidurnya. Kamar yang penuh dengan minyak wangi dengan berbagai macamnya. Karpet berwarna-warni yang sangat cemerlang. Dan dekorasi yang sangat modern.<br />
Tentunya para pengunjung wanita itu, membandingkan kamar ini dengan kamar-kamar yang mereka miliki. Mereka pasti mengucapkan dalam diri mereka, segala ucapan yang menunjukkan kekaguman dan keheranan. Dan barangkali mereka melupakan doa yang tadi disebutkan. Karena itu, maka terjadilah perceraian itu.<br />
Pada kali yang ketiga. Wanita itu menikah lagi. Ia berazam tidak memasukkan seorang pun ke dalam kamarnya. Maka dengan izin Allah swt pernikahannya menjadi kekal (tanpa perceraian).</p>
<p>PENCERAHAN:</p>
<p style="text-align:right;">لِيَتَعَوَّدَ اْلاِبْنُ عَلَى اْلاِسْتِئْذَانِ، فَإِنَّ ذَلِكَ يُعَلِّمُهُ اْلأَدَبَ السَّامِيَ&#8230; فَلاَ تَتُوْقُ نَفْسُهُ إِلَى مَا عِنْدَ اْلآخَرِيْنَ</p>
<p>Hendaknya setiap anak dibiasakan meminta izin. Karena hal itu mengajarkan kepada mereka, sebuah sopan santun yang tinggi. Sehingga jiwanya tidak menginginkan apa yang terdapat pada orang lain.</p>
<p>Sumber: <a href="http://muslimedia.web.id/498-jadilah-suami-istri-romantis.html" target="_blank">Jadilah Suami isteri romantis</a>, pustaka eLba, Surabaya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wafimarzuqi.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wafimarzuqi.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wafimarzuqi.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wafimarzuqi.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wafimarzuqi.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wafimarzuqi.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wafimarzuqi.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wafimarzuqi.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wafimarzuqi.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wafimarzuqi.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wafimarzuqi.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wafimarzuqi.wordpress.com/386/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wafimarzuqi.wordpress.com/386/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wafimarzuqi.wordpress.com/386/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=386&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/2-kekhususan-kamar-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/046b545fec18d3648ea54e068f875a31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wafimarzuqi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENYIMPAN RAHASIA KAMAR TIDUR</title>
		<link>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/menyimpan-rahasia-kamar-tidur/</link>
		<comments>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/menyimpan-rahasia-kamar-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 04:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wafimarzuqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[gadis]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[kamar sutra]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia kamar sutra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wafimarzuqi.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Saudariku&#8230; Jika dia membisikkan pada telinga anda suatu berita penting&#8230; atau suatu permasalahan yang menyibukkan pikirannya&#8230; atau menceritakan sebuah kisah bersama sahabatnya kepada anda&#8230; atau terjadi suatu permasalahan di antara kalian berdua&#8230; atau dia membicarakan pembicaraan apa saja yang lain &#8230; <a href="http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/menyimpan-rahasia-kamar-tidur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=381&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudariku&#8230;<br />
Jika dia membisikkan pada telinga anda suatu berita penting&#8230; atau suatu permasalahan yang menyibukkan pikirannya&#8230; atau menceritakan sebuah kisah bersama sahabatnya kepada anda&#8230; atau terjadi suatu permasalahan di antara kalian berdua&#8230; atau dia membicarakan pembicaraan apa saja yang lain kepada anda, kemudian dia berkata, “Istriku! Simpanlah hal ini di tempat yang aman. Jangan sampai ada seorang pun yang mengetahuinya&#8230; jangan sampai didengar oleh siapa pun&#8230; jangan sampai diketahui seorang pun&#8230;” maka lakukanlah.</p>
<p><span id="more-381"></span><br />
Seperti inilah seharusnya hubungan suami isteri itu, selalu menyimpan dan menyembunyikan rahasia. Meskipun sang suami tidak berkata kepada anda, “Simpanlah! Ini sesuatu yang rahasia”.<br />
Karena kehidupan suami isteri bukan satu atau dua pertemuan yang kemudian berhenti, sehingga mengharuskan seseorang untuk berkata, “Saya harap ucapan ini dilipat dan disimpan dengan baik.”<br />
Tetapi rumah tangga adalah kehidupan yang panjang. Penuh dengan bermacam-macam situasi dan kondisi. Situasi menggembirakan dan situasi menyedihkan. Settingnya juga bermacam-macam. Sehingga sangat kesulitan jika pada setiap pembicaraan harus memberikan komentar “Hati-hati! Jangan sampai hal ini keluar kepada orang lain.”<br />
Tetapi, anda sebagai seorang isteri mesti bertindak cerdik, cerdas, dan pandai. Sebab, jika perbincangan suami isteri keluar ke selain kamar tidur, pasti akan terjadi banyak permasalahan yang tidak terhitung. Bahkan sangat sulit untuk diobati. Hingga pada masalah pertengkaran antara kalian berdua sekalipun, harus tetap tersimpan dalam rumah, tidak diketahui siapa pun.<br />
Kecuali jika kalian berdua tidak mampu menyelesaikannya, maka tidak masalah memasukkan orang lain yang terpercaya dan terpuji dalam hal agama, ketaqwaan, serta kepandaiannya untuk menyelesaikan problem yang terjadi.<br />
Kemudian, anda harus tahu bahwa manusia tidak menyukai seseorang yang cerewet dan banyak omong. Maka bagaimanakah dengan hal-hal khusus dengan kehidupan suami isteri, yang berdiri atas perintah Allah SWT, syariat, hikmah dan ridha-Nya&#8230;<br />
Tentunya urusannya lebih membahayakan lagi, dan lebih kita takutkan jika dibongkar pada setiap majelis. Dan seseorang yang mendengarkan kepada anda wahai saudariku, saat anda berbicara kepadanya seputar berita suami isteri, ia tidak bakal mempercayai anda dan membeberkan rahasianya. Karena kawatir ucapan yang dikatakannya kepada anda, akan menjadi obrolan manusia pada majelis yang akan datang.<br />
Dari Asma` binti Yazid radhiyallahu anha, bahwasanya ia pernah bersama nabi SAW. Sedangkan kaum lelaki dan perempuan duduk di sekitar beliau. Maka beliau bersabda,</p>
<p style="text-align:right;">((لَعَلَّ رَجُلاً يَقُوْلُ ماَ فَعَلَ بِأَهْلِهِ، وَلَعَلَّ امْرَأَةً تُخْبِرُ بِمَا فَعَلَتْ مَعَ زَوْجِهَا))، فَأَرَمَّ الْقَوْمُ فَقُلْتُ: إِيْ وَاللهِ يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنَّهُمْ لَيَفْعَلُوْنَ، وَإِنَّهُنَّ لَيَفْعَلْنَ. قَالَ: ((فَلاَ تَفْعَلُوْا، فَإِنَّماَ مَثَلُ ذَلِكَ مَثَلُ شَيْطاَنٍ لَقِيَ شَيْطَانَةً، فَغَشِيَهَا وَالناَّسُ يَنْظُرُوْنَ))</p>
<p>“Mungkin ada seorang lelaki yang menceritakan apa yang dia kerjakan bersama isterinya. Dan mungkin ada seorang wanita yang menceritakan apa yang dikerjakannya bersama suaminya.” Maka para hadirin diam membisu. Lalu saya berkata, “Benar. Demi Allah wahai rasulullah! Sesungguhnya kaum lelaki menceritakan itu, dan kaum wanita juga menceritakannya.” Maka nabi SAW bersabda, “Kalian jangan melakukan itu! karena perumpamaan orang yang menceritakan hal itu bagaikan syetan jantan bertemu syetan betina, kemudian syetan jantan menyetubuhi syetan betina itu, sementara orang-orang melihat adegan mereka.”</p>
<p>Dalam majalah “Misywar”, tentang topik yang kita bahas ini, seorang penelitih wanita berkata:<br />
Dikatakan: Sekarang, bahan pembicaraan kaum wanita bersama teman-teman wanitanya dalam pertemuan-pertemuan di tempat umum, adalah tentang problem-problem rumah tangga, urusan-urusan keluarga, atau pembeberan rahasia rumah tangga mereka satu sama lain. Bahkan sebagian wanita, terkadang membicarakan rahasia hubungan suami isteri (intim) kepada teman wanita terdekatnya. Kemudian teman wanita ini menceritakannya kepada orang lain.</p>
<p>Hal ini mungkin saja curhat, karena si wanita tidak bisa berbicara dan menceritakan apa yang dalam hatinya kepada sang suami.<br />
Dan dikatakan juga: Jauhnya rasa cinta kasih di antara suami isteri, merupakan penyebab utama terbongkarnya rahasia rumah tangga, juga hilangnya rasa cinta dan sikap saling menghormati di antara mereka berdua.<br />
Bahkan ada yang mengatakan: Suami adalah satu-satunya orang yang bertanggung jawab terhadap terbongkarnya rahasia rumah tangga ini. Karena dia biasa membicarakannya dengan orang lain. Seperti teman-temannya, keluarga dari saudara laki-laki atau perempuannya. Sehingga mereka memprovokasi suami ini atas isterinya, sehingga terjadi hal-hal yang akibatnya sangat tidak terpuji.</p>
<p>Di antara potret sosial yang terjadi karena menyebarkan rahasia suami isteri:<br />
Ada seorang isteri yang selalu menceritakan rahasia rumah tangga kepada kawan wanitanya yang belum menikah. Kawan wanita ini selalu menyambut hangat kedatangannya di rumah. isteri itu selalu berbicara dengan teman wanitanya lewat telepon.<br />
Namun, tiba-tiba teman wanitanya berubah dan tidak lagi berbicara dengannya lewat telepon tentang masalah rumah tangga. Setiap si isteri hendak mengunjungi temannya tadi, teman wanita ini selalu menolak.<br />
Penyebabnya, teman wanita si isteri tadi telah menikah dengan suaminya . Sehingga teman wanita ini menjadi tetangganya.</p>
<p>SEBUAH PELITA:</p>
<p style="text-align:center;">سِرُّكَ تَمْلِكُهُ أَنْتَ، إِذَا لَمْ يَدْرِ عَنْهُ أَحَدٌ &#8230;. وَيَمْلِكُ هُوَ، إِذَا دَرَى عَنْهُ أَحَدٌ</p>
<p><em>Rahasia anda, selalu anda miliki selama tiada seorang pun yang mengetahui. Tetapi rahasia itu bakal menguasai anda, jika diketahui orang lain.</em></p>
<p>PENCERAHAN:</p>
<p style="text-align:right;">إِذَا تَشَاجَرَ كَلْباَنِ عَلَى فَرِيْسَةٍ، فَإِنَّهَا غَالِبًا مَا تَكُوْنُ مِنْ نَصِيْبِ الذِّئْبِ الَّذِيْ يَأْتِيْ عَلَى صِياَحِهِمَا</p>
<p>Jika dua ekor anjing berkelahi gara-gara sebuah mangsa, biasanya mangsa itu menjadi bagian serigala yang datang karena jugukan keduanya.</p>
<p>Sumber: <a href="http://muslimedia.web.id/498-jadilah-suami-istri-romantis.html" target="_blank">Jadilah suami isteri romantis,</a> pustaka eLba Surabaya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wafimarzuqi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wafimarzuqi.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wafimarzuqi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wafimarzuqi.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wafimarzuqi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wafimarzuqi.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wafimarzuqi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wafimarzuqi.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wafimarzuqi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wafimarzuqi.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wafimarzuqi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wafimarzuqi.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wafimarzuqi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wafimarzuqi.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=381&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/menyimpan-rahasia-kamar-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/046b545fec18d3648ea54e068f875a31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wafimarzuqi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>25 TAHUN RENUNGAN PERNIKAHAN</title>
		<link>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/25-tahun-renungan-pernikahan/</link>
		<comments>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/25-tahun-renungan-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 04:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wafimarzuqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[gadis]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[umum]]></category>
		<category><![CDATA[akad nikah]]></category>
		<category><![CDATA[ceramah nikah]]></category>
		<category><![CDATA[isteri]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[kawin]]></category>
		<category><![CDATA[kiat mengabadikan hubungan suami isteri]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah tangga kokoh]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[walimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wafimarzuqi.wordpress.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Biarkan Aku dan Kamu Jadi Sepasang Doa yang Saling Mengamini RENUNGAN ULANG TAHUN PERNIKAHAN PERAK السلام عليكم ورحمة الله وبركاته إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ &#8230; <a href="http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/25-tahun-renungan-pernikahan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=379&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Biarkan Aku dan Kamu<br />
Jadi Sepasang Doa yang Saling Mengamini</p>
<p style="text-align:center;">RENUNGAN ULANG TAHUN PERNIKAHAN PERAK</p>
<p style="text-align:right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p style="text-align:right;">إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.</p>
<p style="text-align:right;">إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ<br />
جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ</p>
<p>Hadirin, para sahabat dan kerabat yang saya hormati.</p>
<p>Suatu ketika Profesor Achmad Mubarok ditanya: apa indikatornya bahwa suatu keluarga disebut sakinah atau keluarga bahagia? Pakar psikologi keluarga itu menjawab, “Mencapai keluarga sakinah itu tidaklah mudah. Banyak tahapan dan ujian yang mesti dilewati, seperti pertengkaran suami dan istri serta susahnya mengasuh anak. Maka, salah satu tandanya adalah, usia perkawinan yang lebih dari 25 tahun tanpa pernah bercerai. Kemudian, berhasil mendidik anak-anak menjadi orang baik dan sukses.”</p>
<p>Alhamdulilllahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Sang Pengatur semesta alam. Hanya kalimat itulah yang paling tepat untuk menghiasi suasana dan perasaan kami malam ini. Ya, dua puluh lima tahun lalu, hari ini kami mengikat janji suci pernikahan. Dan Alhamdulillah, sampai sekarang ikatan itu masih dan insya-Allah akan terus terajut kuat dalam genggaman rahmat dan inayat-Nya. Tanpa bermaksud berbangga secara berlebihan, izinkan saya mengekspresikan rasa syukur dan bahagia tak terkira pada malam ulang tahun pernikahan perak ini. “Cinta awalnya merupakan berkah, bahkan sebuah kebetulan, tetapi setelah teruji dalam pergulatan rumah tangga ia kemudian menjadi prestasi,” tutur Steve dan Shaaron Biddulph, dua ahli parenting dari Australia. Semoga demikian. Amin ya Rabbal Alamin.</p>
<p>Masih segar dalam ingatan saya sebuah ayat yang dibacakan secara fasih oleh penutur Khutbah Nikah pada seperempat abad silam pernikahan kami itu:</p>
<p style="text-align:right;">وَمِنْ آياتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْواجاً لِتَسْكُنُوا إِلَيْها وَ جَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَ رَحْمَةً إِنَّ فِي ذلِكَ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ</p>
<p>Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang mau berpikir (QS ar-Rûm, 30: 21)</p>
<p>Belakangan saya baru mengerti bahwa ayat ini ternyata ditempatkan Allah pada rangkaian ayat tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta—tentang tegaknya langit, terhamparnya bumi, tercurahnya air hujan, gemuruhnya halilintar, dan keajaiban penciptaan manusia. Dengan ayat ini, Allah ingin mengajarkan kepada kita betapa Dia dengan sengaja menciptakan kekasih yang menjadi pasangan hidup kita.</p>
<p>Allah ciptakan bumi dengan segala isinya—samudra luas, bukit tinggi, hutan belantara—semua untuk kebahagiaan kita sebagai manusia. Diedarkan Allah mentari, rembulan, dan gemintang; diturunkan-Nya hujan, ditumbuhkan pepohonan, dan disirami tetanaman—semua untuk kebahagiaan kita sebagai manusia.</p>
<p>Namun, Allah Yang Mahatahu memberikan lebih dari itu. Dia tahu getar kerinduan di dada kita. Dia tahu betapa sering kita memerlukan seseorang yang mau mendengar bukan saja kata-kata yang terucapkan, melainkan juga jerit hati yang tak terungkapkan; yang mau menerima segala perasaan—tanpa pura-pura, prasangka, dan pamrih. Karena itu, Allah ciptakan seorang kekasih.</p>
<p>Allah tahu, saat kita diempas masalah, diguncang badai, dan dilanda duka, kita memerlukan seseorang yang mampu meniupkan kedamaian, mengobati luka, menopang tubuh yang lemah, dan memperkuat hati—tanpa pura-pura, prasangka, dan pamrih. Karena itu, Allah ciptakan seorang kekasih.</p>
<p>Allah tahu, kadang-kadang kita berdiri sendirian lantaran keyakinan atau mengejar impian. Kita memerlukan seseorang yang berdiri di samping kita—tanpa pura-pura, prasangka, dan pamrih. Karena itu, Allah ciptakan seorang kekasih.</p>
<p>Supaya hubungan antar kekasih ini menyuburkan ketenteraman (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah), Allah menetapkan suatu ikatan suci, yaitu akad nikah. Maka, terima kasih setulus-tulusnya kepada seluruh keluarga dan kerabatku, kepada istriku beserta keluarga besarnya. Berkat kalian semua, kami bisa “merasakan” keagungan ayat ini dalam kehidupan nyata sehari-hari. Dalam batas-batas kemampuan dan kelemahan kami, firman-Tuhan yang selalu ditorehkan di kartu undangan setiap pernikahan itu mengejawantah dalam perjuangan kami membangun rumah tangga selama ini. Namun, kami tetap sadar: It’s Easy to Build a House, but not Home. Membangun rumah itu mudah. Yang sulit adalah membangun rumah tangga. Because, a House Built by Hand and a Home Built by Heart.</p>
<p style="text-align:left;">Keluarga Sakinah Dibangun Sejak Pra Nikah<br />
Suatu malam, khalifah Umar bin Khattab r.a. berkeliling keluar masuk lorong kampung mengontrol keadaan rakyatnya. Tiba-tiba beliau mendengar sebuah percakapan menarik dari rumah seorang wanita penjual susu.<br />
“Ayo, bangunlah! Campurkan susu itu dengan air!”<br />
“Apa ibu belum mendengar larangan dari Amirul Mukminin?”<br />
“Apa larangannya, Nak?”<br />
“Beliau melarang umat Islam menjual susu yang dicampur air.”<br />
“Ah, ayo bangun. Cepatlah kau campur susu ini dengan air. Janganlah takut kepada Umar, mana ada dia di sini!”<br />
“Memang Umar tidak melihat kita, Bu. Tapi Tuhan Umar melihat kita. Maafkan Bu, aku tidak dapat memenuhi permintaanmu. Aku tidak ingin jadi orang munafik, mematuhi perintahnya di depan umum, tapi melanggar di belakangnya.”<br />
Dialog ibu dan anak ini sungguh menyentuh Umar. Khalifah yang terkenal keras itu luluh dan terharu. Beliau sangat kagum dengan ketakwaan gadis miskin anak penjual susu itu.<br />
Paginya, beliau memerintahkan salah seorang putranya (Ashim) untuk meminang gadis tersebut, “Pergilah kau ke sebuah tempat, terletak di daerah itu. Di sana ada seorang gadis penjual susu, kalau ia masih sendiri, pinanglah dia. Mudah-mudahan Allah akan mengaruniamu seorang anak saleh yang penuh berkah.”<br />
Firasat Umar benar. Ashim menikahi gadis mulia itu, dan dikaruniai putri bernama Ummu Ashim. Wanita ini lalu dinikahi Abdul Aziz bin Marwan, dan mereka mendapatkan seorang anak laki-laki. Anak itu kelak menjadi seorang khalifah yang terkenal adil dan bijaksana, yaitu Khalifah Umar bin Abdul Aziz.<br />
Tentu saja bukan karena namanya sama-sama Abdul Aziz saya kutip cerita ini di sini. Namun, ada pesan penting layak kita simak, terutama di tengah masyarakat kita yang masih lebih mementingkan kecantikan, kekayaan, atau keturunan dalam memilih jodoh. Padahal Nabi sudah memberikan peringatan:</p>
<p style="text-align:right;">لاَ تَزَوَّجُوْا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ اَنْ يَرْدِيَهُنَّ وَلاَ تَزَوَّجُوْهُنَّ لأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى اَمْوَالُهُنَّ اَنْ تَطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوْهُنَّ عَلَى الدِّيْنِ وَلأَمَةٌ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِيْنٍ اَفْضَلُ . البيهاقى</p>
<p style="text-align:left;">“Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin kecantikannya itu bisa mencelakakan. Dan jangan kamu kawini wanita karena hartanya, mungkin hartanya itu bisa membuatnya sombong. Tetapi, kawinilah mereka karena agamanya, sesungguhnya seorang hamba sahaya yang hitam warna kulitnya tetapi taat beragama, itu jauh lebih utama.” (HR Ibnu Majah, Al-Bazar, dan Al-Baihaqi dari Abdullah bin Umar).</p>
<p style="text-align:left;">Dalam sebuah hadis juga ditegaskan, “Orang yang menikahi wanita karena kedudukannya, Allah hanya akan menambah baginya kehinaan; yang menikahinya karena kekayaannya, Allah akan memberinya kefakiran; yang menikahinya karena nama besar keturunannya, Allah akan menambahkan kepadanya kerendahan. Akan tetapi, pria yang menikahi wanita karena menjaga pandangan mata dan memelihara nafsunya atau untuk mempererat kasih sayang, niscaya Allah akan memberkahi pria itu dan memberi keberkahan yang sama pada wanita (istrinya) sepanjang ikatan perkawinan.” (H.R. al-Thabarânî).</p>
<p>Hadirin, para sahabat dan kerabat yang saya hormati</p>
<p>Sekali lagi, kami sudah sepatutnya bersyukur. Kami telah membuktikan kebenaran inspirasi dari Umar dan petunjuk dari Nabi tersebut. Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang berlimpah. Menikah bukan sekadar upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rentetan mobil undangan yang memacetkan jalan. Semua itu ternyata bukan jaminan segalanya akan lancar dan langgeng. Lalu apa?</p>
<p>Menikah adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Menikah adalah berani memutuskan untuk berlabuh. Kedengarannya indah, tapi kenyataannya susah. Harus ada komunikasi dua arah, ada kerelaan mendengar kritik, ada keikhlasan meminta maaf, ada ketulusan melupakan kesalahan, dan keberanian untuk mengemukakan pendapat. Menikah sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk &#8216;Menerima&#8217; dan &#8216;Memaafkan&#8217;.</p>
<p>Pertanyaannya, untuk mewujudkan semua itu, adakah yang lebih baik daripada tuntunan agama? Bukankah semua itu sebutan lain dari tuntunan Islam untuk musyawarah, muasayarah bil makruf, ta‘awun, tawashaw bil haqq, dan tawashaw bis shabr? Bukannya keberanian itu lahir dari pribadi yang tawakal kepada Allah? Bukannya toleransi dan saling menerima dan memaafkan itu tumbuh pada pribadi yang tawaduk dan dipandu oleh ajaran Allah dan teladan Rasulnya? Pantas bila Nabi berpesan, “Tetapi, kawinilah mereka karena agamanya, niscaya Allah akan memberkahi sepanjang ikatan perkawinan.”</p>
<p>Rasanya pilihan saya sungguh tepat. Mitra hidup yang saya pilih bukan “jamaah” atau “syarifah”. Bukan hartawan dan artis kawakan. Tapi muslimah yang menyejukkan. Dialah orang yang percaya bahwa kesuksesan tak semata hasil jerih upaya manusia tapi juga karena pertolongan Tuhan. Saat saya berangkat kerja mencari nafkah, ia tak saja menyemangati dengan kata-kata dan senyuman, tapi juga mengiringi dengan shalat Duha dan panjatan doa kepada Tuhan. Dialah orang yang selalu wanti-wanti agar jangan sampai ada uang tak halal mengotori keberkahan hidup kami.</p>
<p>Wah, hadirin sekalian! Saya tiba-tiba teringat sebuah riwayat: Suatu hari seorang sahabat menghadap Nabi dan berkata, “Ya Rasulullah, aku mempunyai seorang istri yang selalu menyambutku ketika aku datang dan menghantarkanku saat aku keluar rumah. Jika ia melihatku termenung, ia sering menyapaku dengan mengatakan, “Ada apa denganmu? Apa yang kau risaukan? Jika rezekimu yang kau risaukan, ketahuilah rezekimu ada di Tangan Allah. Tapi jika yang kau risaukan adalah urusan akhirat maka semoga Allah menambah rasa risaumu.”</p>
<p>Setelah mendengar cerita sahabat itu, Nabi bersabda, “Sampaikan kabar gembira pada istrimu tentang surga yang sedang menunggunya. Katakan padanya, ia termasuk salah satu pekerja Allah. Allah mencatat setiap hari baginya pahala tujuh puluh syuhada.” (Makarimul Akhlaq: hal. 200).<br />
Malam ini, saya juga ingin menyampaikan kabar gembira kepada istriku: “Ada surga menunggumu, Sayang. Semoga tiap hari Allah mencatatkan pahala tujuh puluh syuhada kepadamu.”<br />
Rasul juga bersabda:</p>
<p style="text-align:right;">خَيْرُ النِّسَاءِ اِمْرَأَةٌ اِذَا نَظَرْتَ اِلَيْهَا سَرَّتْكَ, وَاِذَا أَمَرْتَهَا اَطَاعَتْكَ وَاِذَا اَقْسَمْتَ عَلَيْهَا اَبَرَّتْكَ وَاِذَا غِبْتَ عَنْهَا حَفِضَتْكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكَ</p>
<p>“Istri yang paling baik adalah yang membahagiakanmu bila kamu memandangnya, yang mematuhimu bila kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya dan hartamu bila kamu tidak ada,” (H.R. Thabrani).<br />
Sekolah Peradaban di Rumah Kami</p>
<p>Untuk anak-anak saya, Abi punya cerita untuk kalian. Beratus tahun lalu, Abul Aswad Ad-Duali—seorang pujangga dan pencetus ilmu nahwu [tata-bahasa Arab]—pernah berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, aku telah berbuat baik kepadamu sejak kalian kecil hingga dewasa, bahkan sejak kalian belum lahir.”<br />
“Sejak kami belum lahir?”<br />
“Iya,” jawab Abul Aswad.<br />
“Bagaimana caranya, Ayahanda?”<br />
“Hmm&#8230; Ayah telah memilihkan untuk kalian seorang wanita terbaik di antara sekian banyak wanita. Ayah pilihkan untuk kalian seorang ibu yang pengasih dan pendidik yang baik untuk anak-anaknya.”</p>
<p style="text-align:left;">Mengomentari cerita ini, Abul Hasan Al-Mawardi—pakar fikih dan etika—berpendapat bahwa memilih istri merupakan hak anak atas ayahnya. Beliau mengutip perkataan Umar bin Khattab bahwa, ”Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu, seorang wanita yang cantik, mulia, taat beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, bermental baik, serta setia pada suaminya di segala keadaan.”</p>
<p style="text-align:left;">
Anak-anakku, malam ini Abi ingin menegaskan, “Abi telah memenuhi hak kalian itu.” Kelak, bila kalian hendak memilih pasangan hidup, ingatlah pesan Abi: “Pastikan dia bukan saja layak jadi istrimu tapi juga pantas menjadi calon pendidik bagi putra-putrimu!” Ya, seorang ibu itu adalah sekolah pertama kita semua. Al-Umm Hiyal-Madrasatul Ula. Dalam kata-kata penyair Nail,</p>
<p style="text-align:center;">
<em>Seorang ibu</em><br />
<em> adalah atap waktu</em><br />
<em> di bawahnya anak-anak menuntut ilmu</em><br />
<em> Peduli padanya</em><br />
<em> berarti mempersiapkan suatu bangsa</em><br />
<em> yang keringatnya mengalir penuh aroma</em></p>
<p>Satu lagi yang perlu kalian ingat selalu. Terbukti secara medis, pemberian ASI secara eksklusif dan optimal akan membuat bayi tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Bagaimana tidak? ASI mengandung 200 zat gizi dan memberikan kekebalan buat bayi 20 kali lipat. Zat-zat itu antara lain putih telur, lemak, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, hormon pertumbuhan, berbagai enzim, zat kekebalan, dan lain-lain. Saking pentingnya ASI, WHO menganjurkan agar selama usia 0 sampai enam bulan bayi hanya diberi ASI sebagai menu utama dan satu-satunya. Empat abad silam Al-Quran juga memerintahkan: Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan…” (QS, Al Baqarah, 2:233)</p>
<p>Dan, efektivitas pemanfaatan ASI akan terasa sekali bila yang menyusui bayi itu adalah ibunya sendiri. Anak-anakku—sesuai anjuran Al-Quran, kalian bertiga diberi ASI secara eksklusif oleh Ibu sendiri. Maka ingat pula pesan Al-Quran untuk kalian:<br />
Dan Kami perintahkan kepada manusia [berbuat baik] kepada dua orangnya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kamu kembali (QS Luqman [31]: 14)<br />
Suatu ketika seseorang datang kepada Rasulullah dan bertanya:</p>
<p style="text-align:right;">يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ اَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِى؟ قَالَ:أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟, قَالَ:أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟, قَالَ:أُمُّكَ. قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟, قَالَ:اَبُوكَ. (البخارى ومسلم</p>
<p>“Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak kuperlakukan dengan baik?”<br />
Nabi menjawab, “Ibumu!” Ia bertanya, “Kemudian siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu!” Ia bertanya, “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab, “Ibumu!” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa lagi?” Nabi menjawab, “Kemudian bapakmu.” (HR Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Bertengkar Bisa Membuat Cinta Kian Mekar</p>
<p>Lalu, pernahkah kami bertengkar? Tentu saja sering. Bohong bila dibilang tak pernah ada konflik dan perselisihan. Sebab, ada dua persepsi yang kerap berbeda. Perasaan kita juga fluktuatif—pasang surut atau yazid wa yanqush. Tapi kami percaya, konflik adalah bagian dari kehidupan—bahkan diperlukan untuk mempererat hubungan.<br />
Ada sebuah cerita kegemaran saya yang berasal dari Thailand Timur Laut: Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan, “Kuek! Kuek!”<br />
“Dengar,” kata si istri, “itu pasti suara ayam.”<br />
“Bukan, bukan. Itu suara bebek,” kata si suami.<br />
“Nggak, aku yakin itu ayam,” si istri bersikeras.<br />
“Mustahil. Suara ayam itu ‘kukuruyuuuuuuk!’, bebek itu ‘kuek! kuek!’ Itu bebek, Sayang,” kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.<br />
“Kuek! Kuek!” terdengar lagi.<br />
“Nah, tuh! Itu suara bebek,” kata si suami.<br />
“Bukan, Sayang… Itu ayam! Aku yakin betul!” tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.<br />
“Dengar ya! Itu a… da… lah… be… bek, B-E-B-E-K. Bebek! Tahu?!” si suami berkata dengan gusar.<br />
“Tetapi itu ayam!” masih saja si istri berkeras.<br />
“Itu jelas-jelas bue… bek! Kamu ini… kamu ini…!”<br />
Terdengar lagi suara, “Kuek! Kuek!” sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.<br />
Si istri sudah hampir menangis, “Tetapi itu ayam …”<br />
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya teringat, kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, “Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok.”<br />
“Terima kasih, Sayang,” kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.<br />
“Kuek! Kuek!” terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.<br />
Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar: siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal “ayam atau bebek”?</p>
<p>Setiap kali mengingat cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selain itu, bertengkar di sini bukan berarti saling memukul atau menyakiti, ataupun sekadar ancaman untuk melakukannya. Pertengkaran, dalam situasi sehat, adalah luapan perasaan dan informasi tentang perbedaan pendapat yang sangat cepat dan biasanya gaduh. Pertengkaran adalah kebalikan dari diskusi tenang, karena emosi kita diungkapkan secara terang-terangan dan keras. Ini bukan pertanda pernikahan bermasalah, justru merupakan langkah penting untuk membangun lagi kedekatan yang tenggelam dalam ketidakacuhan.</p>
<p>Jika kita tidak peduli, tak akan ada pertengkaran. Karena kita terlibat dan peduli itulah pertengkaran menjadi suatu kebutuhan. Kombinasi perbedaan dan kedekatan menciptakan aliran energi. Aliran energi yang kecil disebut diskusi, stimulasi, memberi dan menerima; sedangkan aliran besar disebut pertengkaran. Kemarahan yang terbentuk memungkinkan Anda mengungkapkan kebenaran yang sebelumnya tak mampu Anda suarakan. Dengan kata lain, hasil dari pertengkaran adalah tingkat kejujuran lebih tinggi.</p>
<p>Saat terjadi pertengkaran, sering pesannya sendiri amat positif. Kalaupun isi pesan itu adalah “Kau tidak mengerti aku, kau tidak menghiraukan kebutuhanku”, alasan Anda mengatakan itu adalah karena Anda ingin ada saling pengertian dan merasa hubungan ini layak diperjuangkan</p>
<p>Memang, pertengkaran bisa menjadi-jadi, dan tentu saja akhirnya merusak. Konflik dan pertikaian yang berlarut-larut hanya akan membawa kita kepada kesia-siaan dan kehancuran. Cerita George W Burns, seorang ahli psikoterapi, mengilustrasikan hal ini dengan baik dalam 101 Healing Stories. Dikisahkan sepasang suami istri yang selalu bertengkar. Setelah berpuluh-puluh tahun mengasah keterampilan mereka bertengkar, mudah sekali konflik terjadi, bahkan terkadang disulut oleh masalah yang sangat sepele. Pada suatu hari sang suami yang baru pulang dari kerja melintas di sebuah kebun milik tetangga. Ia tergiur melihat buah mangga yang matang di pohon. Setelah memastikan keadaan aman, ia pun mencuri tiga buah. Setibanya di rumah, ia memberikan satu buah kepada istrinya, dan menyisakan dua buah untuk dirinya. Tahu bahwa sang suami mendapat dua buah, sang istri pun mengomel, &#8220;Kamu curang! Berikan yang satu lagi, aku kan lelah seharian mengurus rumah&#8221; Sang suami tidak kalah garang, ia menimpali, &#8220;Kamu yang tidak tahu diri, aku seharian bekerja di luar, banting tulang mencari nafkah, pantas kalau aku mendapat dua.&#8221; Begitulah, keributan terus meruncing sampai kemudian sang suami menawarkan bertaruh dengan satu buah miliknya, &#8220;Siapa saja yang paling lama diam, maka buah ini miliknya&#8221; Sang istri setuju, ia masuk ke dalam kamar dan mengunci rapat mulutnya, sang suami berbaring di sofa dan mulai menghentikan pembicaraan. Keadaan inipun berlalu hingga satu minggu.</p>
<p>Para tetangga tentu merasa heran, tidak biasanya rumah ini tenang, padahal setiap hari mereka selalu mendengar suara keributan bahkan tidak jarang mereka melihat piring terbang. Didesak oleh rasa penasaran, para tetangga memasuki rumah itu, mereka mendapati dua sosok suami istri itu berbaring lemah, membisu dan tiada bergerak lagi. Melihat keadaan suami istri yang tidak berdaya itu, mereka menganggap keduanya sudah mati, maka disiapkanlah upacara penguburan. Saat akan dimasukkan ke liang kubur, tiba-tiba sang suami berteriak keras ketakutan, &#8220;Kalian bodoh, aku belum mati, kenapa hendak dikubur?&#8221; Demi mendengar teriakan suaminya, sang istri pun lompat kegirangan sambil berkata, &#8220;Hore, aku menang, satu buah itu milikku&#8221; ia segera lari menuju rumahnya, sang suami mengejarnya. Mereka berlarian sekencang-kencangnya untuk mengalahkan saingannya memperebutkan buah mangga yang menjadi masalah. Setibanya di rumah, mereka mendapati tiga buah mangga itu masih tersimpan di dapur, dan semuanya sudah busuk!</p>
<p>Begitulah, konflik yang akut hanya membawa kita kepada kesia-siaan. Karena itu, kita perlu belajar bertengkar dengan aman dan sehat. Sebagai muslim, belakangan kami menyadari betapa Islam telah menyediakan prinsip-prinsip penting yang bisa menyelamatkan kita dari pertengkaran yang menjadi-jadi, apalagi mengarah ke perpisahan. Tanpa bermaksud menggurui, saya kira kita layak merenungkannya kembali.</p>
<p>Pertama, gemar bermusyawarah. Cinta saja tidak cukup untuk menyelesaikan kusut-masai persoalan rumah tangga. Persoalan hanya dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah, saling mengemukakan pendapat untuk mencari titik persamaan yang terbaik. Dalam musyawarah tidak ada pendapat yang dimenangkan dan dikalahkan, karena hasil musyawarah adalah perpaduan terbaik dari pendapat-pendapat yang ada.<br />
Konon, musyawarah berasal dari kata syawr, yang berarti madu. Jadi, musyawarah mula-mula berarti mengambil madu dari sarang lebah. Artinya, musyawarah itu untuk “mencari madu” atau yang terbaik dari berbagai pendapat. Hasil dari musyawarah merupakan yang terbaik dari berbagai pandangan, laksana madu lebah yang tidak hanya manis tapi sekaligus menjadi sumber energi bagi yang meminumnya.<br />
Yang menarik, dalam Al-Quran kita hanya menemukan tiga ayat tentang musyawarah.</p>
<p>Pertama, diperintahkan kepada Nabi saw. untuk memusyawarahkan urusan masyarakat dengan masyarakat itu (Q.S. Âlu ‘Imrân [3]: 159). Kedua, pujian Tuhan kepada orang mukmin yang senantiasa memusyawarahkan urusan mereka (Q.S. al-Syûrâ: 38). Ketiga, musyawarah antar suami-istri (Q.S. al-Baqarah [2]: 233). Jadi, Tuhan Mahatahu betapa pentingnya musyawarah dalam keluarga.</p>
<p>Kedua, komitmen pada perjanjian sakral. Tentang pernikahan, Tuhan berfirman: Dan, mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat (al-Nisâ’ [4]: 21). Dengan kata lain, akad nikah itu disebut-sebut sebagai “mitsaqan ghalizha” (perjanjian yang kuat atau berat). Tuhan menggunakan bahasa yang sama ketika berbicara tentang perjanjian dengan Bani Israel (al-Nisâ’ [4]: 21) dan perjanjian dengan nabi-nabi: Nuh Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad saw. (al-Ahzâb [33]: 7).</p>
<p>Dengan demikian, akad pernikahan sama seriusnya dengan perjanjian para nabi dan sama dahsyatnya dengan perjanjian Bani Israil di bawah Bukit Thur yang bergantung di atas kepala mereka. Di mata Tuhan, perjanjian pernikahan ini tidak main-main. Maka ketika kita bertengkar, sesengit apa pun, cukuplah piring yang pecah. Perang urat saraf boleh berkecamuk, tapi jangan sampai meninggalkan “medan”. Komitmen kita untuk menjaga “mitsaqan ghalizha” ini bisa menyelamatkan kita dari pertengkaran berlarut-larut. Kita langsung ingat “gambaran besar” kenapa kita menikah dan berumah tangga.</p>
<p>Ketiga, prinsip pakaian satu sama lain. Allah berfirman, Mereka (istri-istrimu) adalah (ibarat) pakaian kalian, dan kalian adalah (ibarat) pakaian mereka (Q.S. al Baqarah: 187). Layaknya pakaian, masing-masing suami dan istri harus bisa menjalankan<br />
fungsinya sebagai (a) penutup aurat [aib atau sesuatu yang memalukan] dari pandangan<br />
orang lain, (b) pelindung dari panas dinginnya cuaca kehidupan, dan (c) kebanggaan dan<br />
keindahan bagi pasangannya.<br />
Dalam keadaan tertentu pakaian mungkin bisa diperkecil, dilonggarkan, ditambah aksesoris, dan sebagainya. Mengatasi perbedaan selera, kecenderungan, dan gaya hidup antara suami istri diperlukan pengorbanan kedua belah pihak. Masing-masing harus bertanya apa yang dapat saya berikan, bukan apa yang saya mau.</p>
<p><strong>Tujuh Indikator Kita Bahagia</strong></p>
<p>Sekarang, di usia yang kian beranjak ini, jika saya ditanya apakah kami bahagia? Saya buru-buru akan menjawab, “Ya, kami bahagia.” Apa indikatornya? Saya langsung teringat seorang sahabat-Nabi yang sangat telaten menjaga dan melayani Rasulullah saw. Dialah Ibnu Abbas. Ia pernah didoakan secara khusus oleh beliau untuk kecerdasannya. Pada usia 9 tahun, ia telah hafal Al-Quran dan mengimami shalat di masjid.<br />
Suatu hari, Ibnu Abbas ditanya oleh para tabiin: apa ciri-ciri kebahagiaan itu. Ia menjawab bahwa ada tujuh tanda kebahagiaan hidup di dunia. Tujuh indikator ini pulalah yang kami rasakan selama ini.</p>
<p>Pertama: Qalbun syâkirun, hati yang selalu bersyukur. Artinya, selalu menerima apa adanya (qana&#8217;ah), sehingga tidak ada ambisi berlebihan dan tidak perlu ada stres. Bila pandai bersyukur niscaya kita cerdas memahami kasih sayang Allah. Apa pun yang diberikan-Nya selalu bernilai dan membuat kita dekat kepada-Nya. Kita selalu menerima segala keputusan Allah secara positif. Bila sedang dirundung kesulitan, kita segera ingat sabda Rasulullah, “Kalau kita sedang sulit, perhatikanlah orang yang lebih sulit daripada diri kita.” Bila sedang diberi kemudahan, kita sadar, itu adalah ujian dan kita semakin bersyukur.<br />
Kami juga telah membuktikan bahwa apa pun yang kita syukuri dalam hidup ini akan bertambah terus. Itulah apa yang disebut the Law of Increase oleh para psikolog mutakhir. Cinta, sikap positif, persahabatan, sukses, dan anugerah akan selalu bertambah bila kita menghargai dan mensyukurinya. Allah berfirman: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu (QS Ibrahim [14]: 7).<br />
Kini kita dikepung atmosfer negatif. Media memberondong kita dengan berita buruk. Iklan membuat kita selalu dihantui kekurangan. Kita pun suka mengecam diri sendiri, fokus pada aspek-aspek negatif kehidupan dan hal-hal yang tidak kita sukai dari orang lain. Maka, menghidupkan qalbun syâkirun saat ini sungguh tak bisa ditawar-tawar lagi.</p>
<p>Kedua: Azwâj Shâlihah, pasangan hidup yang saleh. Para peneliti membuktikan bahwa kesalehan (inner beauty) adalah 2/3 faktor penentu kebahagiaan hidup, sedangkan kecantikan atau ketampanan dan kekayaan hanyalah 1/3 darinya. Dalam konteks ini, saya sudah memaparkannya cukup panjang lebar. Inilah prinsip kami: begitu mengikat janji sebagai suami istri, kami bukan lagi berusaha mencari pasangan ideal, melainkan berusaha menjadi pasangan ideal. Kami memang bukan keluarga yang bebas dari salah dan masalah. Tapi kami akan belajar dari kesalahan dan permasalahan yang ada. Hanya dengan itulah cara Tuhan mendidik kita agar terus tumbuh dewasa. Semoga kami menjadi sepasang pakaian yang tak saja saling menutupi kekurangan, tapi juga saling memantaskan satu sama lain. Biarkan kami jadi sepasang doa yang saling mengamini.</p>
<p>Ketiga: al-Aulad Al-Abrâr, anak-anak yang baik. Anak-anak yang senantiasa berbakti dan mendoakan orangtua. Suatu ketika, seseorang datang menemui Nabi saw. dan berkata, “Ya Rasulullah, aku berjanji padamu untuk berhijrah dan berjihad.” Mendengar hal itu, Nabi bertanya, “Adakah di antara kedua orangtuamu yang masih hidup?” Orang itu menjawab, “Ya. Bahkan keduanya masih hidup.” Nabi berkata, “Engkau menginginkan pahala?” “Tentu, wahai Rasulullah,” jawabnya. Nabi berkata, “Pulanglah ke kedua orangtuamu dan temani mereka dengan baik.” (HR Muslim)</p>
<p>Bayangkan, Rasulullah lebih mengutamakan birrul walidain daripada panggilan jihad dan Hijrah. Dalam Al-Quran Allah berfirman, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak” (QS an-Nisa: 36). Di dalam ayat ini perintah berbakti kepada dua orangtua disandingkan dengan amal paling utama, yaitu tauhid. Bahkan Rasulullah menegaskan,</p>
<p style="text-align:right;">رِضَى اللهِ فِى رِضَى الْوَالِدَيْنِ وسُخْطُ اللهِ فِى سُخْطِ الْوَالِدَيْنِ.  الترمذى</p>
<p>“Keridhaan Allah terletak pada keridhaan kedua orangtua, dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan kedua orangtua” (HR Tirmidzi).</p>
<p>Dengan segenap upaya saya sudah merasa berbakti kepada orangtua. Namun, saya insaf betapa belum apa-apa setelah membaca kisah ini: Ketika bertawaf, Rasulullah bertemu dengan anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Ketika selesai, beliau bertanya kepada anak muda itu, “Kenapa pundakmu itu?&#8221;</p>
<p>Anak muda itu menjawab, “Rasulullah, aku dari Yaman. Aku mempunyai ibu yang sudah uzur. Ia tidak mau jauh dariku. Aku pun sangat mencintainya dan tidak akan pernah jauh-jauh darinya, kecuali ketika aku buang hajat, mengerjakan shalat, atau ketika beristirahat. Selain itu, aku selalu menggendongnya. Aku ingin bisa berbakti selama usianya masih ada.&#8221;<br />
Lalu anak muda itu bertanya, “Dalam keadaan demikian, apakah aku sudah termasuk orang berbakti kepada orangtua?&#8221;<br />
Rasulullah memeluk erat anak muda itu dan mengatakan, “Sungguh! Allah meridaimu. Kau anak saleh. Anak berbakti. Tapi ketahuilah, Anakku. Cinta orangtuamu kepadamu tidak akan ditandingi oleh kebaikanmu kepadanya.&#8221;</p>
<p>Keempat: al-Bî‘ah al-shâlihah, lingkungan yang baik dan kondusif. Yang dimaksud baik dan kondusif ialah lingkungan yang senantiasa mengingatkan dan mendorong kita pada kebaikan. Sebab, manusia sangat dipengaruhi, baik secara sadar maupun tidak, oleh orang-orang yang bersama mereka. Penelitian yang dikutip Prof. Dr. Zakiah Darajat menyebutkan bahwa perilaku manusia 83% dipengaruhi oleh apa yang dilihat, 11% oleh apa yang didengar dan 6% sisanya oleh gabungan dari berbagai stimulus. Maka pengaruh lingkungan terhadap pembentukan kepribadian sangat besar.</p>
<p>Tentu saja dimulai dari lingkungan keluarga. Dari sikap tegas Ayah, anak-anak bisa belajar disiplin; dari kelembutan Ibu mereka bisa belajar sikap kasih dan ramah kepada orang lain. Selain itu, ada beberapa hadis Nabi yang menginspirasi kami dalam keluarga. Pertama, Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang profesional.” Kedua, Rasulullah Saw. bersabda, “Orang paling baik adalah orang yang memakan makanan dari hasil usahanya sendiri. Sesungguhnya Nabi Daud selalu makan dari hasil usahanya sendiri.” Ketiga, Rasulullah Saw. bersabda, “Ya Allah, berkatilah umatku yang giat pada waktu pagi.”</p>
<p>Ketiga hadis itu memacu kami untuk maju, mandiri, dan giat bekerja. Dalam belasan tahun ini kami akhirnya merasakan hasilnya. Khusus untuk Anak-anak saya, baca berulang-ulang hadis di atas. Camkan dalam pikiran dan buktikan dalam tindakan. Alhamdulillah, sesuai kapasitas dan latar belakang saya, Abi telah membuktikan kedahsyatan sabda Nabi tersebut. Masalahnya, ketika Abi super sibuk dan melewati masa-masa produktif dengan beraktivitas tingkat tinggi, kalian masih kanak-kanak atau bayi. Sehingga, semangat juang tinggi yang ditandai pulang tengah malam dan berangkat pagi tidak sempat kalian amati. Belum lagi berbagai perjalanan dinas di luar kota dan luar negeri. Maka, jangan kalian melihat pola kerja Abi saat ini. Bila sekarang Abi lebih santai, jangan tiru. Karena selain usia yang kian bertambah, Abi juga merasa sudah tidak perlu ngoyo lagi. Estafet kemandirian, kedisiplinan, dan kegigihan untuk berkarya sudah saatnya kalian ambih alih.</p>
<p>Kekuatan lingkungan juga ditamsilkan oleh Nabi dengan indah: bergaul dengan orang baik itu seperti orang yang berdekatan dengan penjual minyak wangi, meskipun tidak membeli dirinya tetap ikut wangi; sementara bergaul dengan orang buruk ibarat berakrab-akrab dengan tukang pandai besi; kalau tidak terpercik apinya, hampir pasti abunya akan mengotori pakaiannya.<br />
Dalam sebuah hadis, Rasulullah juga menegaskan:</p>
<p style="text-align:right;">اَلْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ</p>
<p>&#8220;Seseorang itu tergantung perilaku dan kebiasaan temannya, maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan dengan siapa ia akan berteman.&#8221; (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)</p>
<p>Kini, ada beragam jenis pertemanan: pertemanan dengan komunitas di dunia maya, dengan program yang kita tonton di televisi, pesan-pesan yang kita baca di dalam buku dan surat kabar, dan musik yang kita dengarkan. Setiap hari kita memilih pengaruh-pengaruh yang memasuki pikiran dan membentuk masa depan kita. Maka menjaga pergaulan dan selektif memilih bacaan dan tontonan juga bagian dari pembentukan lingkungan yang kondusif.</p>
<p>Kelima: al-Mâl al-Halâl, harta yang halal. Yang terpenting dalam Islam kualitas harta, bukan kuantitasnya. Ini bukan berarti Islam tidak menganggap penting umatnya menjadi kaya. Hanya saja, harta yang diperoleh secara halal akan memberi ketenangan dalam hidup.</p>
<p>Selain itu, manfaat harta yang bersih dan halal di tangan orang yang tepat sangat banyak. Nabi mengibaratkan seperti pohon kurma yang tidak menyisakan sedikit pun bagian melainkan seluruhnya bermanfaat untuk manusia. Dengan hidup berkecukupan, menuntut ilmu menjadi mudah, beribadah menjadi lancar, bersosialisasi menjadi gampang, bergaul semakin indah, berdakwah semakin sukses, berumah tangga semakin stabil, dan beramal saleh semakin tangguh. Singkatnya, harta yang halal bisa berfungsi sebagai sarana penyeimbang dalam beribadah dan perekat hubungan dengan sesama.<br />
Saya juga teringat riwayat Imam Muslim: Suatu ketika, Rasulullah menjumpai seorang sahabat yang berdoa dengan mengangkat tangan. “Kau berdoa sudah bagus,” kata beliau. “Namun, sayang, makanan, minuman, dan pakaian, serta tempat tinggal yang kaumiliki didapat secara haram. Bagaimana bisa doanya dikabulkan?!” Ibnu Rajab al-Hambali menjelaskan: Hadis ini mengisyaratkan bahwa suatu amalan tidak diterima dan tidak berkembang kecuali dengan makanan halal. Dan sesungguhnya memakan makanan haram dapat merusak dan menjadikan amalan tidak diterima. (Jami&#8217;ul &#8216;Ulum wal Hikam, Syarah hadits ke-10).</p>
<p>Keenam: Tafaqquh fi al-dîn, semangat untuk memahami agama. Hanya dengan memahami agama hidup manusia akan terarah. Hanya dengan ilmu, amal manusia bernilai pahala. Agama itu sangat luas. Agama ibarat samudra yang dalam dan tak bertepi, ilmu kita seperti wadah untuk menampungnya. Bisa jadi wadah kita baru segelas, seember, dan sedanau, dan seterusnya. Dengan terus mengkaji, memahami, dan mengamalkan ilmu kita, kita sebenarnya terus memperluas wadah itu. “Carilah ilmu sejak dari buaian ibu hingga liang lahat. Uthlubul ‘ilma minal mahdi ilal-lahdi,“ kata Nabi. Itulah long life-learning, kata pakar pendidikan.</p>
<p>Bagi saya, tak perlu ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum—antara ilmu religius dan ilmu sekuler. Keduanya bisa saling melengkapi dan menunjang. Keduanya kita butuhkan secara integral. Pembedaan itu hanyalah sebagai rumpun-rumpun yang memudahkan orang untuk mendalaminya sesuai minat dan bakat seseorang. Selama didasari niat baik, apa pun yang kita pelajari akan dicatat sebagai bekal ibadah kepada-Nya.</p>
<p>Dalam konteks ini, saya membentuk keluarga pembelajar. Yakni, sosok keluarga yang haus akan ilmu. Itulah keluarga yang memberi kesempatan dan mendorong setiap individu dalam keluarga kita untuk terus belajar dan memperluas kapasitas dirinya. Karena hanya keluarga seperti itulah yang siap menghadapi perubahan zaman.<br />
Konon, Rasulullah mencintai istrinya tidak dengan berlutut dan memberikan sekuntum bunga, atau memberlakukan mereka seperti puluhan bunga yang dipetik ketika mekar dan dibuang ketika layu, tetapi dengan membimbing semua potensi kemanusiaan terbaik di dalam diri mereka, hingga potensi itu berbunga sempurna dan dicatat malaikat keabadian.<br />
Untuk Anak-Anak saya, Abi teringat pesan Sayyidina Ali kw: “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya. Sungguh mereka akan menghadapi masa yang berbeda dari masamu.”</p>
<p>Kini, globalisasi dengan segala aspeknya tidak bisa dihindari. Bahkan, sejak tahun 2000-an, kita memasuki masa baru: Globalisasi 3.0. Kalau motor penggerak Globalisasi 1.0 adalah mengglobalnya negara; dan motor penggerak Globalisasi 2.0 adalah mengglobalnya perusahaan, kini motor penggerak Globalisasi 3.0 adalah internet yang mampu menyatukan komputer pribadi di seluruh dunia tanpa menghiraukan jarak antarmereka.</p>
<p>Sekadar sebuah ilustrasi, dua puluh tahun lalu, kita baru mengetahui suatu kejadian di tempat lain paling cepat sehari setelah peristiwa itu terjadi. Itu pun beritanya masih sepotong-sepotong. Kini, informasi menghampiri ruang hidup kita setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik bila kita menginginkannya. Berita-berita itu bukan hanya berasal dari media mainstream, sering kali justru datang dari pelakunya sendiri, atau orang yang berada di dekat tempat kejadian. Makin maraknya kegiatan menulis di blog, media sosial (Facebook, Twitter, Kaskus) atau website milik sendiri menunjukkan bahwa citizen journalist punya tempat di hati pembacanya.</p>
<p>Apa artinya? Kita makin tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Teknologi informasi telah memudahkan kita menembus berbagai tempat yang dulu tak dapat kita jelajahi. Semua pusat pengetahuan di planet ini terajut menjadi jaringan tunggal. Konon, bila tidak dirusak oleh politik dan terorisme, jaringan ini mampu mengantar kita pada masa kesejahteraan, pembaharuan, dan kerja sama antar perusahaan, masyarakat, maupun pribadi yang mengagumkan.</p>
<p>Namun, pertarungan akan menjadi lebih keras dan kompetitif, dan hanya kelompok yang kuat yang akan mampu mempertahankan peradabannya di dunia mayantara ini. Lebih dari itu, tidaklah mustahil ke depan akan berkembang menjadi Globalisasi 0.4, 0.5., 0.6, dan seterusnya. Tak ada kata mundur. Tak ada jalan lain kecuali kalian—Anak-Anakku—menghadapinya serta turut memainkan peran dalam setiap tantangan dan peluang yang tersedia. Tentu saja dengan membekali diri dengan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan dalam konteks global. [ditambahi cerita pendidikan Afif?]<br />
Teruslah tangkap tanda-tanda zaman yang terus berubah. Hadapilah semua itu melalui ilmu dan iman. Dengan ilmu pengetahuan, kita pantas dan layak mewakili Tuhan dalam mengelola bumi serta bekerja untuk kesejahteraan sesama. Dengan bekal iman, kita bisa mengabdi kepada Allah secara tulus dan terus-menerus. Secara horizontal, kita berkhidmah kepada manusia secara tepat guna sesuai zaman global, secara vertikal kita beribadah kepada Allah secara benar dan istiqamah. Dengan begitu, kalian akan jadi Muslim kelas dunia—rahmatan lil alamin.<br />
Ketujuh: umur yang berkah. Ingatkah kita pada doa para kerabat dan undangan saat kita baru menikah?</p>
<p style="text-align:right;">بارك الله لك وبارك عليك وجمع بينكما فى خير</p>
<p>[Barakallahulaka wabaraka ‘alaika, wajama’a bainakuma fi khair]</p>
<p>“Semoga Allah memberkahi kamu dan semoga Allah memberkahi untuk kamu, serta semoga kalian berdua disatukan dalam kebaikan.”</p>
<p>Secara bahasa, berkah atau barokah maknanya adalah ziyadatul khair (tambahan kebaikan), sesuatu yang multiguna, bertambah kualitas dan kuantitasnya, bertambah kegunaannya, bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.<br />
Jadi, umur yang berkah berarti semakin tua semakin mulia. Keberkahan adalah menetapnya kebaikan dari Allah pada sesuatu di dalam kehidupan kita. Apabila berkah terdapat pada sesuatu yang sedikit, niscaya ia akan berkembang menjadi banyak, sedangkan apabila berkah tersebut terdapat pada sesuatu yang banyak, maka niscaya ia akan semakin bermanfaat.<br />
Salah satu kiat agar hidup kita kian berkah, kami selalu mengingat sabda Rasulullah saw:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>مَنْ كَانَ يَوْمُهُ كَأَمْسِهِ فَهُوَ خَاسِرٌ, وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ , وَ مَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَهَالِكٌ</strong></p>
<p>“Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia orang yang rugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin berarti ia orang yang binasa.”</p>
<p>Usia juga disebut berkah karena ia digunakan untuk mempersiapkan bekal bertemu Allah. Maka semakin tua akan semakin bahagia, bersikap optimis, dan bergairah. Tidak ada ketakutan untuk meninggalkan dunia fana ini. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Kebaikan dan karyanya melampaui usianya. Dengan muka berseri-seri mereka menanti janji Allah dalam firman-Nya:</p>
<p style="text-align:right;">إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّة جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ<br />
ِ</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka adalah surga &#8216;Adn yang di bawahnya sungai-sungai mengalir. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah [balasan] bagi orang yang takut kepada Rabb-nya.&#8221; (QS Al-Bayyinah: 7-8)</p>
<p>sumber: Kiriman via email oleh Pak Muh, sekretaris direksi Yayasan perguruan Al-Irsyad Surabaya (YPAS)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wafimarzuqi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wafimarzuqi.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wafimarzuqi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wafimarzuqi.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wafimarzuqi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wafimarzuqi.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wafimarzuqi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wafimarzuqi.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wafimarzuqi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wafimarzuqi.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wafimarzuqi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wafimarzuqi.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wafimarzuqi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wafimarzuqi.wordpress.com/379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=379&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/25-tahun-renungan-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/046b545fec18d3648ea54e068f875a31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wafimarzuqi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NASIHAT SEBELUM PERNIKAHAN</title>
		<link>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/nasihat-sebelum-pernikahan/</link>
		<comments>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/nasihat-sebelum-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 03:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wafimarzuqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[kisah]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[suami isteri]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wafimarzuqi.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang pemuda, satu bulan sebelum pernikahannya, teman-temannya berbisik pada telinganya dengan bisikan-bisikan, arahan-arahan, dan nasehat-nasehat. Bukan..!! Itu bukan nasehat atau arahan. Tetapi itu adalah anjuran untuk melakukan suatu perbuatan buruk yang menjijikkan. Itu adalah ajakan untuk melakukan perbuatan yang &#8230; <a href="http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/nasihat-sebelum-pernikahan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=375&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada seorang pemuda, satu bulan sebelum pernikahannya, teman-temannya berbisik pada telinganya dengan bisikan-bisikan, arahan-arahan, dan nasehat-nasehat.</p>
<p>Bukan..!! Itu bukan nasehat atau arahan. Tetapi itu adalah anjuran untuk melakukan suatu perbuatan buruk yang menjijikkan. Itu adalah ajakan untuk melakukan perbuatan yang mendatangkan murka Allah SWT. Ajakan untuk melakukan perbuatan jijik yang diharamkan Allah SWT. Ajakan untuk memulai pernikahannya yang halal dengan suatu perbuatan maksiat yang besar. Yaitu perbuatan zina.</p>
<p><span id="more-375"></span></p>
<p>“Kamu harus mencoba melakukan hubungan seks sebelum melakukannya dengan isterimu.”<br />
Ia bertanya kepada mereka, “Bagaimana saya melakukannya jika menghendaki hal itu?”<br />
Kawan-kawannya mengatakan, “Berzinalah dengan seorang wanita. Meski kamu harus pergi ke luar negeri. Agar kamu tahu bagaimana nanti berinteraksi dengan isterimu.”<br />
Subhaanallah&#8230; betapa bodoh para kawan pemuda itu. Dan betapa besar kebutuhan akal mereka kepada ilmu, pemahaman, dan pengetahuan. Sesungguhnya itu hanya beberapa hari saja, dan sang pemuda pasti segera masuk ke dalam kamar isterinya.</p>
<p>Mungkin akan terjadi sedikit kesalahan dalam beberapa hal&#8230; tapi itu tidak menjadi masalah. Kesalahan itu bisa diperbaiki sedikit demi sedikit. Ini jika memang harus terjadi kesalahan, agar kawan-kawan yang buruk dan bodoh itu tidak memberikan arahan-arahan sial itu.</p>
<p>Namun menurut keyakinan saya, sangat jarang bakal terjadi kesalahan-kesalahan itu. Karena setiap orang, pasti terdorong oleh instingnya untuk mengerjakan hal-hal yang mesti dikerjakannya. Ini akan terjadi secara otomatis sesuai dengan tabiat dan pembawaan. Dan itu tentunya terjadi saat ia menyendiri dengan isterinya yang halal. Ia tidak harus mencobanya dengan melakukan perbuatan haram sebelum itu.</p>
<p>Wahai saudaraku sang pemuda! Biarkan saya menceritakan kepada anda kisah pemuda di atas yang hampir mendekati pernikahan, kemudian kawan-kawan buruknya memberikan petuah buruk kepadanya seperti tadi sudah dijelaskan.</p>
<p>Maka, mereka pun pergi semua ke luar negeri untuk menjamu sang pemuda selama satu minggu. Di sana sang pemuda melaksanakan apa yang diajarkan oleh kawan-kawannya.<br />
Setelah itu, hari pernikahan pun tiba. Dan hari-hari berlalu dengan begitu cepat. Maka hamillah sang isteri. Dan bersama dengan berjalannya masa kehamilan, sang isteri terus menerus tertimpa penyakit bermacam-macam, yang mengharuskannya pergi ke rumah sakit. Akhirnya para dokter menganalisa darahnya secara sempurna. Mereka menemukan bahwa wanita ini mengidap penyakit Aids, dan semuanya sangat keheranan dengan kejadian itu. Karena wanita ini seorang gadis baik-baik, juga berasal dari keluarga yang baik dan suci. Sang jabang bayi, juga mengidap penyakit yang sama.</p>
<p>Maka sang suami dipanggil. Setelah melewati tes laboratorium, hasilnya membuktikan bahwa sang suami benar-benar mengidap penyakit tersebut. Setelah perdebatan panjang, akhirnya sang ayah mengakui apa yang dulu telah diperbuatnya. Tetapi tidak tersisa selain hanya rahmat dari Allah SWT. Sang suami meninggal dunia dalam beberapa bulan. Sementara sang pengantin wanita yang suci, ia masih tetap hidup. Dia adalah seorang gadis yang terampas seluruh impian-impian panjangnya. Ia seakan-akan dikubur hidup-hidup dengan dosa yang tidak pernah dilakukannya.</p>
<p>Maka, hilanglah senyuman indah dari kedua bibirnya. Dia dan jabang bayinya terus merintih di bawah himpitan penyakit ganas itu, hingga Allah SWT menentukan keputusan-Nya.</p>
<p>BISIKAN:<br />
Wahai saudaraku, wahai sang pemuda yang bakal menjadi suami&#8230;<br />
Jagalah Allah! Niscaya Allah SWT selalu menjaga anda. Hindarilah hal-hal yang diharamkan-Nya, niscaya anda dibuat-Nya bahagia dan sukses dimana pun anda berada.</p>
<p>Diambil dari:<a href="http://muslimedia.web.id/498-jadilah-suami-istri-romantis.html" target="_blank"> Jadilah Suami Isteri Romantis</a>. cetakan: Pustaka eLba Surabaya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wafimarzuqi.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wafimarzuqi.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wafimarzuqi.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wafimarzuqi.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wafimarzuqi.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wafimarzuqi.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wafimarzuqi.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wafimarzuqi.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wafimarzuqi.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wafimarzuqi.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wafimarzuqi.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wafimarzuqi.wordpress.com/375/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wafimarzuqi.wordpress.com/375/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wafimarzuqi.wordpress.com/375/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wafimarzuqi.wordpress.com&amp;blog=7009883&amp;post=375&amp;subd=wafimarzuqi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wafimarzuqi.wordpress.com/2011/12/23/nasihat-sebelum-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/046b545fec18d3648ea54e068f875a31?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wafimarzuqi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
