ISLAM AGAMA KEBERSIHAN

HADIS-HADIS TENTANG KEBERSIHAN DAN IMAN

Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah makhluk Allah yang paling bersih. Baik pada badan, pakaian, rumah, dan tempat duduk.

Badan beliau yang mulia sangat bersih dan bersinar.  Dan ini tidak muncul kecuali karena beliau senantiasa menjaga kebersiahan.

Dalam Ash-Shaihain, dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu dia berkata:

((مَا مَسِسْتُ حَرِيرًا وَلَا دِيبَاجًا أَلْيَنَ مِنْ كَفِّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا شَمِمْتُ رِيحًا قَطُّ أَوْ عَرْفًا قَطُّ أَطْيَبَ مِنْ رِيحِ أَوْ عَرْفِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ))

“Saya tidak pernah menyentuh sutra dan tidak pula kain dibaj yang lebih lembut daripada telapak tangan Nabi shallallahu alaihi wasallam. Saya juga tidak pernah mencium bau sama sekali yang lebih harum dari bau Nabi shallallahu alaihi wasallam.” (Al-Bukhari, no. 3297)

            Dari Abu Qurshafah radhiyallahu anhu dia berkata:

((ذَهَبْتُ أَنَا وَأُمِّيْ وَخَالَتِيْ فَأَسْلَمْنَ وَبَايَعْنَ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا بَايَعْنَا رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَا وَأُمِّيْ وَخَالَتِيْ وَرَجَعْنَا مِنْ عِنْدِهِ مُنْصَرِفِيْنَ، قَالَتْ لِيْ أُمِّيْ وَخَالَتِيْ: يَا بُنَيَّ! مَا رَأَيْنَا مِثْلَ هَذَا الرَّجُلِ وَلَا أَحْسَنَ مِنْهُ وَجْهًا وَلَا أَنْقَى ثَوْبًا وَلَا أَلْيَنَ كَلَامًا، وَرَأَيْنَا كَأَنَّ النُّوْرَ يَخْرُجُ مِنْ فِيْهِ))

“Saya pergi bersama ibu dan bibi saya. Kemudian mereka masuk Islam dan membaiat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Selesai membaiat Rasulullah, saya ibu, dan bibi, pulang dari sisi beliau. Maka ibu dan bibi saya berkata: ‘Wahai anakku! Kami belum pernah mendapati seperti orang ini. Tiada yang lebih tampan dari wajahnya, tiada yang lebih bersih dari dia pakaiannya, dan tiada yang lebih lembut dari beliau perkataannya. Kami juga melihat cahaya keluar dari mulutnya.” (Kanzul Ummal, no. 37581, Al-Haitsami berkata: Para perawinya adalah tsiqat)

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu dia berkata:  

أَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَى رَجُلًا شَعِثًا قَدْ تَفَرَّقَ شَعْرُهُ فَقَالَ: ((أَمَا كَانَ يَجِدُ هَذَا مَا يُسَكِّنُ بِهِ شَعْرَهُ؟))، وَرَأَى رَجُلًا آخَرَ وَعَلْيِهِ ثِيَابٌ وَسِخَةٌ فَقَالَ: ((أَمَا كَانَ هَذَا يَجِدُ مَاءً يَغْسِلُ بِهِ ثَوْبَهُ))

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam datang kepada kami. Kemudian beliau melihat seseorang yang rambutnya awut-awutan tidak karuan. Beliau berkata: “Tidakkah orang ini mendapatkan sesuatu untuk merapikan rambutnya?” beliau juga pernah melihat seseorang yang pakaiannya kotor, maka beliau bersabda: “Apakah orang ini tidak mempunyai air untuk mencuci pakaiannya?” (HR. Abu Dawud, no. 4064, Al-Albani berkata: Sahih)

 

Bersuci menjadi syarat kebanyakan ibadah dalam Islam:

 

            Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:

((حَقٌّ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ أَنْ يَغْتَسِلَ فِي كُلِّ سَبْعَةِ أَيَّامٍ يَغْسِلُ رَأْسَهُ وَجَسَدَهُ))

“Menjadi hak Allah sebagai kewajiban setiap Muslim untuk mandi pada setiap tujuh hari, untuk membasuh kepala dan jasadnya.” (HR. Muslim, no. 1402)

Kebersihan badan:

 

            Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((طَهِّرُوْا هَذِهِ الْأَجْسَادَ طَهَّرَكُمُ اللَّهُ))

“Bersihkanlah jasad-jasad ini, semoga Allah membersihkan kalian semua.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Ausath, no. 5087, lihat pula: Sahihul Jami’, no. 3936)


 

Kewajiban bersih-bersih sebelum mengerjakan shalat lima waktu:

 

            Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((إِذَا تَوَضَّأ العَبْدُ المُسْلِمُ، أَو المُؤمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَينيهِ مَعَ المَاءِ ، أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ))

“Jika seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, kemudian mencuci wajahnya, keluarlah dari wajah itu segala kesalahan yang dilihatnya dengan kedua mata bersama air. Atau bersama tetesan air yang terakhir.” (HR. Muslim, 360)

Anjuran membersihkan gigi dan mulut:

 

            Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ))

“Andaikan saya tidak kawatir memberatkan umatku atau atas manusia, pasti saya memerintah mereka melakukan siwak pada setiap hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari, no. 838)

            Dari Aisyah radhiyallahu anha sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ للرَّبِّ))

“Siwak itu kebersihan bagi mulut dan mendatangkan keridhaan sang Rabb.” (HR. An-Nasai dan Ibnu Khuzaimah dalam sahihnya dengan sanad-sanad sahih.)

 

Anjuran kebersihan tempat tinggal dan tempat ibadah:

 

            Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((البُصاقُ في المَسْجِدِ خَطِيئَةٌ ، وَكَفَّارَتُهَا دَفْنُهَا))

“Meludah di masjid adalah kesalahan. Dan penebusnya adalah menimbun ludah tersebut.” (Muttafaq alaih)

Allah berfirman:

وَعَهِدْنَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ ﴿١٢٥﴾

“Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i`tikaaf, yang ruku` dan yang sujud’.” (QS. Al-Baqarah: 125)

Dari Saad bin Abi Waqqash radhiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((إِنَّ الله – تَعَالَى – طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ، نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ، كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ، جَوَّادٌ يُحِبُّ الْجُودَ، فَنَظِّفُوا بُيُوتَكُمْ، وَلاَ تَشَبَّهُوا بِالْيَهُودِ الَّتِي تَجْمَعُ الأَكْبَاءَ فِي دُورِهَا))

“Sesungguhnya Allah itu Maha suci suci dan mencintai kesucian. Maha bersih dan mencintai kebersihan. Maha mulia mencintai kemuliaan. Dan Maha pemurah mencintai sikap pemurah. Maka bersihkan rumah kalian dan jangan menyerupai orang-orang Yahudi yang mengumpulkan sampah dalam rumahnya.” (HR. At-Tirmidzi, no. 2723, Hadis ini sanadnya dhaif tapi maknanya sahih)

Anjuran membersihkan jalanan:

 

Dari Abu Dzar radhiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((عُرِضَتْ عَلَيَّ أعْمَالُ أُمَّتِي حَسَنُهَا وَسَيِّئُهَا، فَوَجَدْتُ في مَحَاسِنِ أعْمَالِهَا الأذَى يُمَاطُ عَنِ الطَّريقِ، وَوَجَدْتُ في مَسَاوِىءِ أعمَالِهَا النُّخَاعَةُ تَكُونُ في المَسْجِدِ لا تُدْفَنُ))

“Amal perbuatan umatku yang baik dan buruk diperlihatkan padaku. Maka saya mendapati di antara amal yang baik adalah kotoran yang dihilangkan dari jalan. Dan saya mendapati di antara amal buruk adalah ludah di masjid yang tidak ditutupi dengan tanah.” (HR. Muslim, no. 859)

Islam secara umum adalah agama kebersihan:

Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

((إنَّكُمْ قَادِمُونَ عَلَى إخْوانِكُمْ ، فَأصْلِحُوا رِحَالكُمْ ، وَأصْلِحُوا لِبَاسَكُمْ حَتَّى تَكُونُوا كَأنَّكُمْ شَامَةٌ في النَّاسِ ؛ فإِنَّ الله لاَ يُحِبُّ الفُحْشَ وَلاَ التَّفَحُّش))

“Kalian biasa datang kepada saudara-saudara kalian. Karena itu perbaiki kendaraan kalian dan perbagus pakaian kalian agar kalian menjadi contoh di antara manusia. Karena Allah tidak menyukai keburukan dan kekasaran.” (HR. Abu Dawud, dengan sanad hasan)

Tulisan ini dipublikasikan di hadits, ISLAM dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s