MAKSUD: “SETAN-SETAN DIBELENGGU PADA BULAN RAMADHAN.”

 

Pertanyaan (39736): Apa maksud “Setan-Setan terbelenggu” pada bulan Ramadhan?

Jawab: Segala puji hanya milik Allah SWT semata…

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

((إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ)) [رواه مسلم (1079)] وَفِيْ لَفْظٍ: ((وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ)) [رواه الباخري: 1899)

“Jika bulan Ramadhan datang, pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup, dan Setan-Setan dibelenggu.” (HR. Muslim, no. 1079), dalam lafadz lain: “Dan Setan-Setan dirantai.” (HR. Al-Bukhari, no. 1899)

Para ulama` berbeda pendapat tentang dibelenggunya Setan dalam bulan Ramadhan. Pendapat-pendapat itu sebagai berikut:

(1)            Setan menjadi berkurang bagi orang yang memelihara syarat-syarat puasa dan adab-adabnya.

(2)            Sesungguhnya yang dibelenggu hanya sebagian Setan. Yaitu para dedengkot Setan yang fokus menyebar keburukan, bukan seluruhnya.

(3)            Atau maksudnya memperkecil keburukan di bulan Ramadhan, dan ini perkara yang kita rasakan bersama. Karena di bulan Ramadhan keburukan jauh lebih kecil dibandingkan bulan-bulan yang lain. Dan harus kita ketahui bahwa terbelenggunya Setan secara keseluruhan bukan berarti tidak terjadi keburukan atau maksiat. Karena terjadinya keburukan dan maksiat mempunyai penyebab lain selain Setan. Seperti jiwa yang buruk, tradisi yang tidak baik, dan Setan-Setan dari jenis manusia. (Fathul Bari, 4/145)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah pernah ditanya: Bagaimana menggabungkan Hadis Nabi SAW yang menyatakan Setan dibelenggu pada bulan Ramadhan, dengan kenyatan beberapa orang yang tetap kesurupan pada siang hari Ramadhan. Mana mungkin Setan dibelenggu tetapi sebagian orang masih kesurupan?

Maka beliau menjawab:

Pada sebagian riwayat Hadis dinyatakan:

((تُصَفَّدُ فِيْهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِيْنُ))

“Pada bulan Ramadhandedengkot para Setan dibelenggu.”

Ini adalah riwayat An-Nasa`i, no. 2107, dan Hadis seperti ini termasuk perkara ghaib yang sikap kita selaku muslim adalah menerima apa adanya, membenarkan, dan tidak membicarakannya sedikit pun. Ini jauh lebih selamat bagi agama kita dan lebih baik akibatnya.

Karena itu ketika Abdullah bin Imam Ahmad bertanya kepada ayahnya:

“إِنَّ اْلإِنْسَانَ يُصْرَعُ فِيْ رَمَضَانَ؟” قَالَ اْلإِمَامُ أَحْمَدُ: “هَكَذَا الْحَدِيْثُ وَلاَ تَكَلَّمْ فِيْ هَذَا”

“Bagaimana dengan seseorang yang kesurupan pada bulan Ramadhan?” Imam Ahmad menjawab: Hadisnya memang seperti itu dan jangan perbincangkan masalah ini.”

Tampaknya belenggu yang dilakukan pada Setan adalah menghentikan mereka dalam memberi gangguan kepada manusia. Karena terbukti pada bulan Ramadhan banyak sekali kebaikan dan orang-orang yang kembali kepada Allah SWT. (Majmu` fatawa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, 20/75)

Yang jelas berdasarkan pernyataan di atas, sesungguhnya belenggu yang diberikan kepada Setan adalah belenggu hakiki tetapi hanya Allah SAW yang mengetahuinya. Kemudian hal itu tidak mengharuskan tidak terjadi keburukan dan maksiat di antara manusia. Allahu a`lam.

(referensi: http://www.islamqa.info/ar/ref/39736)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s