Program untuk memanfaatkan bulan Ramadhan

Pertanyaan (26869): Saya berharap pada bulan ini bisa memanfaatkan Ramadhan sebaik mungkin dengan segala kemampuan saya, baik dalam beribadah maupun mendapatkan pahala. Mohon saya diberi program yang sesuai untuk saya dan keluarga saya agar bisa memanfaatkan bulan ini dalam kebaikan dan ketaatan.

Jawab: Segala puji hanya milik Allah SWT semata…

Semoga Allah SWT menerima dari semua kaum muslimin segala perkataan dan perbuatan baik mereka. Juga menganugerahkan keikhlasan kepada kita semua dalam setiap kondisi. Baik kondisi rahasia maupun terang-terangan.

Berikut ini adalah jadwal yang kami sarankan untuk dilakukan setiap muslim pada bulan Ramadhan yang penuh berkah:

Hari-hari seorang muslim pada bulan Ramadhan:

Seorang muslim memulai harinya dengan makan sahur sebelum shalat fajar (subuh). Yang lebih utama adalah mengakhirkan waktu sahur hingga saat paling akhir dari waktu malam.

Setelah itu bersiap-siap untuk shalat subuh sebelum adzan. Dia berwudhu di rumah kemudian keluar menuju Masjid sebelum adzan berkumandang.

Jika sudah masuk Masjid, dia mengerjakan shalat dua rakaat (tahiyyatul Masjid). Setelah itu duduk dan menyibukkan diri dengan berdoa, membaca Al-Qur`an, atau berdzikir hingga adzan berkumandang. Setelah itu mengikuti bacaan yang dikumandangkan muadzin. Kemudian mengucapkan doa sesudah adzan seperti yang diajarkan Nabi saw. Setelah itu mengerjakan shalat dua rakaat. Yaitu shalat sunnah rawatib sebelum shalat subuh. Kemudian menyibukkan diri dengan dzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur`an hingga shalat didirikan (iqamat). Dengan demikian seorang muslim sama seperti mengerjakan shalat selama ia duduk untuk menanti iqamat shalat.

Setelah mengerjakan shalat subuh berjamaah, ia membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan setelah salam. Setelah itu jika ingin duduk dalam Masjid hingga terbit matahari untuk menyibukkan diri dengan dzikir dan membaca Al-Qur`an, maka jauh lebih utama. Inilah perbuatan yang biasa dilakukan Nabi saw setelah shalat subuh.

Ketika matahari sudah terbit dan meninggi, kira-kira seperempat jam setelah kemunculannya, hendaknya ia mengerjakan shalat dhuha. Paling sedikitnya dua rakaat. Ini sangat baik. Tapi jika seseorang mengakhirkan shalat dhuhanya hingga waktu yang lebih utama yaitu ketika panas sudah menyengat dan matahari sudah tinggi, maka itu lebih afdhal.

Setelah itu ia bisa tidur sebelum berangkat melaksanakan pekerjaannya. Hendaknya tidur ini dia niatkan untuk memperkuat diri dalam ibadah dan mencari rizqi. Agar mendapat pahala dari Allah SWT atas tidur tersebut. Di sisi lain seseorang jangan lupa untuk mempraktekkan adab-adab tidur yang syar`i, baik lewat pengamalan maupun perkataan.

Setelah itu berangkat bekerja. Jika tiba waktu shalat dzuhur, ia segera pergi ke Masjid. Baik sebelum adzan atau langsung setelah adzan berkumandang. Hendaknya ia sudah bersiap untuk shalat sebagaimana tadi sudah dijelaskan pada shalat subuh. Kemudian mengerjakan shalat empat rakaat dengan dua kali salam. Sebagai shalat sunnat rawatib sebelum dzuhur (qabliyah dzuhur). Setelah menyibukkan diri dengan membaca Al-Qur`an hingga suara iqamat dikumandangkan. Maka ia pun mengerjakan shalat berjamaah. Kemudian shalat dua rakaat sebagai ba`diyah. Yaitu shalat sunnat rawatib dua rakaat setelah dzuhur.

Sesudah shalat ia melanjutkan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya hingga waktu bekerja habis. Jika sudah pulang kerja kemudian ada sisa waktu yang masih panjang sebelum shalat ashar dan dia ada kesempatan untuk tidur hendaknya ia menggunakan waktu tersebut untuk tidur sebentar. Tetapi jika waktunya tidak mencukupi dan seandainya ia tidur ia akan ketinggalan shalat ashar, hendaknya ia menyibukkan diri dengan pekerjaan yang sesuai hingga tiba waktu shalat ashar. Misalnya pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dan lain sebagainya. Atau segera pergi ke Masjid selepas pulang kerja. Ia duduk di Masjid hingga mengerjakan shalat ashar di sana.

Kemudian setelah ashar, seseorang harus melihat keadaan dirinya. Jika bisa duduk dalam Masjid dan fokus untuk membaca Al-Qur`an maka ini kenikmatan sangat besar yang jarang diketemukan. Tetapi jika seseorang merasa penat, capek, dan lain sebagainya, maka ia harus istirahat pada saat itu. Untuk mempersiapkan dirinya agar bisa shalat tarawih nanti malam.

Sebelum adzan maghrib, ia menyiapkan buka puasa (ifthar). Dan pada waktu-waktu ini hendaknya ia menyibukkan diri dengan sesuatu yang ada manfaatnya. Misalnya dengan membaca Al-Qur`an, berdoa, atau memperbincangkan sesuatu yang ada manfaatnya bersama isteri dan anak-anak. Perbuatan paling utama yang seseorang mesti menyibukkan diri pada waktu seperti ini, adalah turut serta dalam memberi buka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. Bisa dengan menghadirkan makanan untuk mereka, atau turut serta dalam mengatur pembagian makanan. Sungguh ini kenikmatan luar bisa yang tidak bisa dirasakan kecuali oleh seseorang yang mengalaminya sendiri.

Sehabis berbuka ia pergi mengerjakan shalat maghrib, dengan berjamaah di Masjid. Setelah selesai shalat maghrib, ia mengerjakan shalat dua rakaat (sunnat rawatib). Kemudian kembali ke rumah dan melahap makanan secukupnya tanpa berlebihan. Lalu mencari cara yang bermanfaat untuk mengisi waktu tersebut dengan sesuatu yang berguna bagi isteri, anak-anak, dan seluruh anggota keluarga. Seperti membaca buku cerita yang memberikan banyak pelajaran, buku tentang hukum pekerjaan sehari-hari, mengadakan perlombaan, melakukan perbincangan yang mubah, atau ide berguna apapun yang disenangi seseorang. Agar program ini mengalihkannya dari barang-barang haram yang ditayangkan di televisi, parabola dan lain sebagainya. Apalagi waktu pada saat itu termasuk waktu paling top bagi acara televisi. Pada waktu seperti itu anda mendapati bahwa tayangan televisi jauh lebih menyenangkan dan menarik meski mengandung banyak kemungkaran, baik dari sisi aqidah maupun akhlaq.

Karena itu wahai saudaraku! Berusahalah segiat mungkin untuk memalingkan diri anda dari acara-acara tersebut. Takutlah kepada Allah SWT terhadap orang-orang yang ada di bawah tanggung jawab anda. Karena pada Hari Kiamat anda pasti ditanyai tentang mereka. Maka persiapkanlah jawaban paling baik untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Setelah itu bersiap-siaplah untuk mengerjakan shalat isya`. Segeralah menuju Masjid dan sibukkan diri anda dengan membaca Al-Qur`an, atau mendengarkan kajian yang ada di Masjid.

Kemudian tunaikanlah shalat isya`. Lalu kerjakan shalat dua rakaat (sunnat rawatib) setelahnya. Kemudian kerjakan shalat tarawih di belakang imam dengan penuh khusyu` dan tadabbur (meresapi makna). Jangan keluar dari Masjid sebelum imam selesai dari shalatnya. Karena Nabi SAW bersabda:

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ [رواه أبو داود: 1370، وصححه الألباني في "صلاة التراويح"، ص: 15

“Sesungguhnya siapapun yang mengerjakan qiyamullail bersama imam hingga selesai, maka ditulis baginya seperti qiyamullail semalam penuh.” (HR. Abu Dawud, no. 1370 dan disahihkan Al-Albani dalam “Shalat at-tarawih” hlm. 15)

Setelah shalat tarawih buatlah program yang sesuai dengan kondisi anda secara pribadi. Hendaknya dalam program tersebut anda memperhatikan hal-hal berikut:

(1)  Menghindari segala bentuk perbuatan haram dan perkara-perkara yang membuat anda terjerumus padanya.

(2)  Menghindarkan seluruh individu dalam rumah anda dari perbuatan haram apapun atau sebab-sebab yang menjerumuskan kepadanya dengan cara yang bijak. Seperti menyelenggarakan acara yang khusus buat mereka. Atau mengajak mereka rekreasi di tempat-tempat yang tidak terlarang. Atau menghindarkan mereka dari kawan-kawan yang buruk, serta mencarikan teman-teman yang shalih.

(3)  Hendaknya anda lebih fokus mengerjakan perbuatan yang lebih afdhal (utama) dari sekedar perbuatan yang utama.

Setelah itu segeralah berangkat tidur. Jangan tidur terlalu larut. Dan jangan lupa mengamalkan adab-adab tidur yang syar`i, baik yang harus diamalkan[1] maupun diucapkan.[2] Jika sebelum tidur anda bisa membaca beberapa ayat Al-Qur`an atau membaca buku-buku yang bermanfaat, maka ini perbuatan yang mulia. Apalagi jika anda belum menyelesaikan wirid harian anda dari Al-Qur`an. Jadi jangan tidur sebelum menyempurnakan wirid harian tersebut.

Kemudian bangunlah sebelum sahur, dengan waktu yang sekiranya anda bisa kosentrasi dalam berdoa. Karena waktu sahur –sepertiga malam- adalah waktu turunnya Allah SWT. Allah SWT sangat memuji orang-orang yang memohon ampun kepadaNya pada waktu tersebut. Sebagaimana Dia juga berjanji mengabulkan doa orang-orang yang meminta pada saat itu. Juga berjanji menerima taubat orang-orang yang bertaubat. Maka jangan biarkan kesempatan emas ini hilang begitu saja dari anda.

Hari Jum`at: Hari Jum`at adalah hari yang paling mulia dalam satu pekan. Anda harus membuat program khusus pada hari ini untuk mengerjakan ibadah dan ketaatan. Dengan memperhatikan beberapa perkara berikut:

(1)  Berangkat lebih awal ketika menghadiri shalat Jum`at.

(2)  Menetap di Masjid setelah shalat ashar. Untuk menyibukkan diri dengan membaca Al-Qur`an dan berdoa hingga saat terakhir dari hari Jum`at. Karena setelah ashar hingga menjelang terbit matahari adalah waktu yang doa menjadi sangat dikabulkan.

(3)  Jadikan hari Jum`at sebagai kesempatan untuk menyempurnakan sebagian pekerjaan yang belum anda selesaikan dalam satu pekan. Seperti menyempurnakan hizib bacaan Al-Qur`an yang mesti dibaca dalam satu pekan. Menyempurnakan bacaan suatu kitab. Mendengarkan kaset. Atau melakukan perbuatan-perbuatan lain yang tergolong amal shalih.

Sepuluh terakhir: Pada sepuluh terakhir di bulan Ramadhan ini terdapat lailatul qadr. Ia adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena itu seorang muslim disyariatkan mengerjakan i`tikaf di Masjid pada sepuluh terakhir tersebut. Sebagaimana dahulu selalu dilakukan Nabi Muhammad SAW. Demikian itu agar mendapat lailatul qadr. Barangsiapa bisa mengerjakan i`tikaf pada sepuluh terakhir, berarti mendapat kenikmatan yang sangat besar  dari Allah SWT. Barangsiapa tidak bisa beri`tikaf secara sempurna pada sepuluh terakhir, ia bisa beri`tikaf pada sebagian malam yang dimampuinya. Jika tidak bisa melakukan i`tikaf sedikit pun, hendaknya berusaha semampu mungkin untuk menghidupkan malam-malam sepuluh terakhir dengan mengerjakan ibadah dan ketaatan. Baik itu qiyamullail, membaca Al-Qur`an, berdzikir, dan berdoa.

Hendaknya setiap muslim mempersiapkan diri untuk mengerjakan semua hal di atas sejak siang hari. Dengan memberikan waktu istirahat yang cukup  kepada tubuhnya sehingga kuat untuk tidak tidur di malam hari.

Perhatian:

1) Jadwal ini sekedar usulan. Jadi mudah diubah. Siapapun bisa mengubah sesuai dengan kondisi pribadinya.

2) Dalam jadwal ini kami menetapi untuk menyebutkan sunnah-sunnah yang sahih dari Nabi saw. Jadi bukan berarti segala yang ada dalam jadwal termasuk perbuatan wajib. Tetapi kebanyakannya adalah sunnah dan mustahab.

3) Perbuatan yang paling dicintai Allah SWT adalah perbuatan yang rutin meski sedikit. Biasanya kebanyakan kaum muslimin pada awal bulan, semangat mengerjakan ketaatan dan ibadah. Tetapi setelah itu mengalami kemalasan. Kita harus menghindari hal ini dan terus rajin mengerjakan seluruh amal shalih secara terus-menerus pada bulan suci.

4) Pada bulan suci Ramadhan, setiap muslim harus mengatur waktunya sebaik mungkin. Agar kesempatan emas tidak hilang sia-sia dari dirinya. Sehingga dia mempunyai banyak kesempatan untuk mengerjakan kebaikan dan amal shalih. Misalnya: Kita usahakan membeli keperluan rumah tangga jauh hari sebelum permulaan bulan Ramadhan. Kemudian membeli barang keperluan sehari-hari pada waktu-waktu yang tidak ada keramaian di pasar. Misal yang lain: Kunjungan yang sifatnya pribadi atau keluarga harus diatur sebaik mungkin agar tidak menyibukkan kita dari beribadah dan melakukan ketaatan.

5) Marilah kita menjadikan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai tujuan paling utama di bulan Ramadhan.

6) Kuatkan azam sejak permulaan bulan untuk berangkat ke Masjid pada awal-awal waktunya. Berazam mengkhatamkan Al-Qur`an dengan membacanya. Berazam selalu mengerjakan qiyamullail pada bulan suci. Dan berazam untuk menginfaqkan harta yang berlebih.

7) Manfaatkan sebaik mungkin bulan Ramadhan ini untuk memperkuat hubungan anda dengan Kitabullah. Hal itu melalui sarana-sarana berikut:

- Memperbaiki bacaan setiap ayat. Caranya dengan memperbaikinya di hadapan seorang muqri` (ahli baca Al-Qur`an) yang pandai. Jika tidak memungkinkan maka melalui kaset dari bacaan para imam yang mutqin (mahir).

- Selalu memuraja`ah (mengulang) hafalan yang diberikan Allah swt kepada kita, dengan terus menambah dan menjaganya.

- Membaca tafsiran setiap ayat. Hal itu dengan memahami ayat-ayat yang tidak kita pahami maksudnya dari kitab-kitab tafsir mu`tamad (terpercaya) seperti tafsir Al-Baghawi, tafsir Ibnu Katsir, tafsir As-Sa`di dan lain sebagainya. Kita memulai dari juz `Amma, kemudian juz tabaraka dan seterusnya.

- Berusaha sekuat tenaga melaksanakan perintah dari ayat-ayat yang kita baca dalam Kitabullah.

Kita memohon kepada Allah swt agar menyempurnakan nikmat bulan Ramadhan, dengan menolong kita melaksanakan puasa dan qiyamullail secara sempurna. Mudah-mudahan Dia menerimanya dari kita, serta mengampuni segala kemalasan dan kekurangan kita.


 

[1] Seperti berwudhu sebelum tidur dan tidur dengan menjadikan samping kanan di bagian bawah. (pen.)

[2] Seperti doa dan dzikir yang harus dibaca sebelum tidur. (pen.)

 

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di ISLAM, Ramadhan dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s